22 February 2022, 22:50 WIB

Menkominfo Ajak Wartawan Katolik Terus Berinovasi dan Adaptasi Hadapi Disrupsi


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengajak insan pers yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) untuk terus melakukan inovasi dan beradaptasi dalam menghadapi disrupsi saat ini. Hal itu disampaikannya dalam sambutan Tahun Baru Bersama PWKI 2022, Selasa (22/2).

"Kita perlu terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi disrupsi teknologi dan pandemi covid-19 untuk menjaga relevansi dan eksistensi media," ujar Johnny.

Baca juga: PWKI Buka Tahun 2022 untuk Membuat Indonesia Tersenyum Kembali

Dia menyampaikan bahwa dalam peringatan Hari Pers beberapa waktu lalu, pemerintah memangdang penting untuk memperjuangkan regulasi terkait publisher right. Hal itu sangat penting dalam mendukung dan menjaga keberadaan media-media konvensional dari dampak disrupsi.

Tuntutan publisher right juga tidak terlepas dari adanya pandemi. Situasi yang terjadi sat ini memang perlu respon cepat dan tepat untuk menempatkan industri pers setara dengan platform digital yang jumlahnya sangat banyak.

"Sebagai upaya konkretnya pemerintah akan menindaklanjuti usulan draft publisher right yang diajukan Dewan Pers dan Task Force Media Sustainablity berupa payung hukum setingkat peraturan pemerintah. Saat ini dalam tahap pembahasan yang intensif," imbuhnya.

Johnny berharap inovasi dan adaptasi serta didukung regulasi bisa membuat media konvensional bertahan dari derasnya arus perubahan. Pers harus tetap menjadi acuan informasi publik di tengah maraknya penyebaran berita-berita palsu atau hoaks.

Dalam acara buka tahun bersama dengan tema Membuat Indonesia Kembali Tersenyum hadir ratusan wartawan Katolik dari seluruh Indonesia. Acara virtual itu juga hadir para imam dan biarawan-biarawati Indonesia yang ada di berbagai negara.

Pada kesempatan itu, PWKI pun memberi penghargaan kepada beberapa tokoh yang dinilai menginspirasi banyak orang. Penghargaan diberikan kepada ilmuwan asal Indonesia Carina Joe, salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

"Saya sangat bersyukur mendapat penghargaan ini. Dunia masih butuh banyak vaksin saat ini. Harapan saya ini dapat membantu kita melihat sains dan pentingnya iptek," tutur wanita kelahiran 21 April itu.

Kemudian, penghargaan juga diberikan kepada artis Cinta Laura sebagai tokoh publik yang menginspirasi banyak generasi muda. Cinta lewat berbagai kegiatan sosialnya ingin mengajak generasi bangsa Indonesia untuk percaya dan yakin pada kemampuan untuk membangun bangsa dan negara.

"Aku sangat terharu dan bangga karena sudah dianggap layak menerima penghargaan ini. Peran anak muda sangat penting menyebarkan sifat yang toleran tanpa prasangkan untuk membawa generasi Indonesia lebih maju," ucap Cinta.

Selain itu, ada atlet bulu tangkis Jonathan Christie yang menerima penghargaan dari PWKI. Jonathan lewat aksi-aksi sosial seperti membangun masjid pasca gempa Lombok, hingga menyumbangkan 50% hadiah Thomas Cup dari pemerintah kepada mantan atlet-atlet berprestasi.

"Aku sih awalnya dari dulu dididik sama orang tua, pelatih juga, untuk kita kalau mendapatkan berkat dari Tuhan kita juga harus menjadi berkat untuk banyak orang. Itu yang aku pegang hingga saat ini," kata dia.

Penghargaan lainnya juga diberikan kepada pendiri PWKI Piter Gero dan Guru Besar Intelijen Prof. Hendro Priyono. Keduanya dinilai mempunyai peran penting bagi bangsa dan negara. (OL-6)

BERITA TERKAIT