11 February 2022, 15:47 WIB

Sosiologi UI Buka Peluang Mahasiswa S1 Jadi Peneliti


Mediaindonesia.com | Humaniora

DOK Sosiologi UI.
 DOK Sosiologi UI.
Melalui kegiatan penelitian di lembaga riset/pusat studi, mahasiswa dapat membangun cara berpikir kritis.

UNIVERSITAS Indonesia (UI) terus berkomitmen dalam menjalankan kebijakan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran program MBKM, yaitu penelitian/riset membuka peluang bagi mahasiswa jenjang sarjana yang memiliki minat menjadi peneliti. 

Melalui kegiatan penelitian di lembaga riset/pusat studi, mahasiswa dapat membangun cara berpikir kritis. Hal ini sangat dibutuhkan untuk berbagai rumpun keilmuan pada jenjang pendidikan tinggi.

Program Studi (Prodi) Sarjana Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI memiliki program E-Sociology of Digital Governance and Economy (ESDGE), yaitu program MBKM jenis riset yang mengutamakan pada penajaman capaian lulusan sebagai peneliti, data scientist, digital analysis, dan start-up business builder. "Ini program MBKM Riset yang diselenggarakan dengan bobot 20 Satuan Kredit Semester (SKS). ESDGE merupakan rintisan dari perguruan tinggi yang tervalidasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sesuai dengan Kepmendikbudristekdikti Nomor 74 Tahun 2021," ujar Ketua Pelaksana Harian ESDGE Dr. Nadia Yovani, M.Si., dalam kegiatan bertajuk Kontribusi Riset Digital Sosiologi terhadap Asesmen Nasional 2021: Implementasi Program MBKM E-Sociology of Digital Governance and Economy pada Senin (31/1) secara hibrida. 

"Guna mempersiapkan program ini, sejak Juli 2021 tim pengembang Program Kompetensi Kampus Merdeka (PKKM) E-Governance telah melaksanakan berbagai pelatihan, workshop, dan pada September 2021 tim melaksanakan pembukaan dan pembekalan peserta ESDGE. Pada 2019 kurikulum sarjana Sosiologi sudah berubah ke industri 4.0 dan ditekankan pada kurikulum OBE (Outcome-Based Education) di 2020, sehingga dibentuk program ESDGE untuk Rumpun Sosial Humaniora, dan diharapkan program ini dapat menyelesaikan masalah dalam masyarakat (aspek economy and governance)," ujar Nadia. 

Ketua Tim ESDGE Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan, "Tim kami belajar untuk membekali mahasiswa memasuki era digital governance sehingga mahasiswa akan menjadi digital scientist kemudian merintis laboratorium digital yang nanti tetap dibekali perspektif sosiologi. Kemudian kami juga uji coba action riset. Mahasiswa akan melakukan riset di berbagai organisasi. Selain itu yang lebih penting adalah merintis digital riset dengan data utamanya berupa data digital," kata Sudarsono.

Pengetahuan dasar konseptual tentang pembangunan dan tata kelola serta metodologi penelitian dibangun dengan menggunakan platform pembelajaran digital yang dimiliki UI yaitu idols.ui.ac.id. Dalam platform tersebut didesain empat mata kuliah dengan format Massive Open Online Course (MOOC), yaitu Memahami pembangunan dalam Perspektif Sosiologi, Sosiologi Organisasi dan Birokrasi Digital, Action Research Action Learning, dan Metode Riset Digital. Tim Pengembang MOOC yang bekerja keras dalam program ini yaitu Francissia SS Seda, Ph.D, Yosef Hillarius, M.Si, Dr. Radhiatmoko, One Herwantoko, M.Si., dan Nur Muhammaditya, M.Si. 

Seluruh pengetahuan dasar tersebut dipraktikkan dalam rangka kerja virtual (virtual workingspace) yang diberi nama Social Digital Virtual Interface (SDVI) yakni mahasiswa bekerja secara virtual bersama dengan dosen pendamping dan tim asistensi riset untuk mengkaji masalah yang dihadapi oleh mitra kerja sama ESDGE. Di tahun pertama ini, mitra kerja ESDGE yaitu Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbudristek dengan topik diarahkan pada konsep tata kelola dan pembangunan untuk asesmen nasional bagi seluruh siswa di tingkat Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah).

Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemdikbudristek Dra. Asrijanty MA., Ph.D, mengatakan, "Program ini sangat bagus, yang tampaknya sangat dipikirkan oleh tim dan sangat memanfaatkan teknologi serta menyesuaikan kebutuhan karena memberikan manfaat baik mahasiswa dan masyarakat. Kami sendiri di Kemedikbudristek medapatkan manfaat dari program ESDGE karena topik yang dipilih untuk riset atau untuk program ini yaitu asesmen nasional. Asesmen nasional merupakan program prioritas Kemendikbudristek yang dimulai 2021. Maka dari itu, kami perlu masukan dan data hasil riset atau aspirasi di lapangan," ujarnya.

Ada beberapa output yang didapat UI dari program ESDGE, yaitu perjanjian kerja sama dengan mitra MBKM; 12 peserta di semester ganjil 2021/2022 dengan 20 SKS dapat diakui oleh Program Studi Sosiologi; Platform Lab Virtual SDVI (Social Data Virtual Interface); Platform Instagram ESDGE sebagai sarana diseminasi dan promosi program; Empat Modul Massive Open Online Course (MOOC); 56 video pembelajaran dari empat mata kuliah MOOC; Portofolio Monograph untuk Mitra Kerja sama; kemampuan data scientist untuk bersaing saat lulus dari program studi sarjana; dan Kerja Riset Digital Bersama kelompok mahasiswa-mitra dan dosen pendamping. 

Baca juga: Prambanan dan Borobudur Bisa Untuk Kegiatan Keagamaan se-Dunia

Program ini diharapkan dapat membantu pengkajian terhadap pelaksanaan asesmen nasional. Selain itu, mahasiswa yang mempunyai keahlian di bidang digital research dapat mengimplementasikan kemampuan mereka setelah lulus dari program studi tempatnya belajar. Program ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Rumpun Sosial Humaniora, dan juga dapat diikuti oleh mahasiswa dari rumpun ilmu lain yang mau mendalami isu tata kelola dan birokrasi digital. Untuk informasi selengkapnya dapat mengunjungi platform Instagram ESDGE https://www.instagram.com/esdge_sosioui/?utm_medium=copy_link. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT