07 February 2022, 15:23 WIB

KSP Dukung Pengetatan Prokes di Tempat Ibadah


Andhika Prasetyo | Humaniora

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi

Kantor Staf Presiden mendukung langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM.

Kebijakan tersebut dinilai tepat demi menjaga kesehatan dan keselamatan umat di tengah kenaikan penyebaran omikron di Tanah Air.

"Di tengah situasi penambahan angka positivity rate yang signifikan, umat beragama sebagaimana selama ini sudah dilakukan, perlu ikut kembali menginjak rem dalam pengelolaan tempat ibadah," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Akhmad, di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (7/2).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan pernyataan kelompok-kelompok tertentu yang mengaitkan pengetatan kali ini dengan hari besar Islam yang akan datang dalam waktu dekat seperti Isra Miraj, Ramadhan, dan Idul Fitri. "Pernyataan-pernyataan seperti itu, disamping tendesius juga tidak membantu dalam menghadapi situasi krisis seperti sekarang," tuturnya.

Seperti diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan SE Nomor 04 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1.

Edaran tersebut diterbitkan sebagai panduan bagi pemangku kepentingan dan umat beragama dalam melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan dan menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah. "Sebagai contoh, untuk daerah di Jawa dan Bali dengan status PPKM Level 3, kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah boleh dilakukan dengan maksimal jemaah 50% dari total kapasitas," tutupnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT