07 February 2022, 11:38 WIB

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Indonesia


 Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Ist/BMKG
 Ist/BMKG
Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko.

BADAN Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 7 - 8 Februari 2022.

Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko mengatakan pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Utara - Timur dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa Barat dan perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud," kata Urip dalam keterangannya Senin (7/2).

Dia menambahkan kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan.

Beberapa parairan seperti *Selat Malaka bagian utara, perairan barat P. Simeulue - Kep. Nias, Samudra Hindia Barat Aceh - Nias, perairan selatan Bali - NTT, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan P. Sawu - P. Rotte - Kupang, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia Selatan NTB – NTT, Laut Natuna, perairan timur Bintan, Laut Jawa, perairan utara Jawa Tengah - Jawa Timur.

Kemudian Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Lombok - Alas bagian utara, perairan utara Sumbawa, Selat Makassar bagian tengah dan utara, perairan utara Sulawesi, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluka bagian selatan, perairan Kep. Banggai, perairan Kep. Sula bagian utara, perairan timur Kep. Halmahera, perairan utara Papua Barat - Papua.

Lalu, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan Kep. Mentawai, perairan Enggano - Bengkulu, Teluk Lampung bagian selatan, Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai - Enggano, perairan selatan Jawa Barat - Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah - Bali, perairan utara Kep. Anambas - Kep. Natuna, perairan utara Subi - Serasan, Laut Natuna Utara, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Kep. Sitaro, perairan utara Bitung - Likupang, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Papua Barat - Papua.

"Gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Barat," ujarnya.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu kelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter).

Sementara itu, kapal ferry.(kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar ( kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT