04 February 2022, 17:43 WIB

Angka Kanker Meningkat di Indonesia Dipicu Rendahnya Kesadaran Deteksi Dini


Eni Kartinah | Humaniora

Ist
 Ist
Webinar edukasi Kesehatan dengan tema “Close the Care Gap in Cancer: What, Who and How” secara daring dalam rangka Hari Kanker Sedunia.

DALAM rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyelenggarakan webinar edukasi Kesehatan dengan tema “Close the Care Gap in Cancer: What, Who and How” secara daring.

Webinar ini menghadirkan narasumber Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr. Dwi Oktavia TL, M.Epid dan dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM Ketua Pelaksana Peringatan Hari Kanker Sedunia YKI 2022. 

Prof. Sudoyo mengatakan “Sejak pandemi kita berada dalam keadaan yang sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya yaitu kemajuan teknologi dan komunikasi, di mana hal ini membantu dan memudahkan kami dalam menyebarluaskan informasi kepada pasien kanker."

"Melalui tema Close the Care Gap, kita harus bisa menutup kesenjangan perawatan kanker, bukan hanya sekadar fasilitas akan tetapi juga informasi dan edukasi," kata Prof.Sudoyo pada keterangan pers, Jumat (4/2).

"Saat ini yang menjadi masalah di negara kita adalah kurangnya kesadaran deteksi dini, yang menyebabkan angka kanker meningkat. Mari jadikan momentum Hari Kanker Sedunia untuk bergandeng tangan dan berkolaborasi demi mengurangi kesenjangan dalam perawatan kanker.” paparnya.

Sementara itu, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS mengatakan, “Peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini, dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kolaborasi kita untuk memberikan apa yang menjadi prioritas dalam penanganan kanker saat ini."

"Hal pertama yang dapat dilakukan adalah meningkatkan layanan primer kepada masyrakat dengan memberikan edukasi dan informasi yang bena," jelasnya.

"Selanjutnya melakukan upaya pencegahan dengan memberikan vaksinasi HPV dan hal yang ketiga adalah dengan menyiapkan Rumah Sakit rujukan dengan penguatan fasilitas melalui peralatan dan penangangan yang sesuai standard di seluruh Indonesia,” ucap dr.Maxi. 

Di sisi lain, dr. Dwi Oktavia mengatakan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk melihat penyakit kanker sebagai masalah  yang penting dan harus diatasi bersama."

"Kami berupaya melakukan upaya-upaya promotif, preventif dan kuratif dengan melakukan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, melakukan deteksi dini, dan memberikan pengobatan melalui rehabilitasi pasien kanker," kata dr.Dwi.

Pada kesemapatan yang sama, Ketua Pelaksana Peringatan Hari Kanker Sedunia YKI 2022 dr. Nadia Ayu Mulansari mengatakan, “Pelaksanaan Hari Kanker Sedunia tahun ini diselenggarakan oleh YKI Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan mengajak kita semua meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat utk mengambil peran dalam mencegah kanker."

"Di tengah pandemi saat ini, kami terus berupaya menjalankan tata laksana kanker dari hulu sampai hilir mulai dari aspek edukasi, hingga pelayanan suportif paliatif dengan membuka layanan hotline dalam memberikan informasi kepada pasien yang takut berobat karena pandemi," jelas dr. Nadia. 

Pada peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini, YKI DKI Jakarta di bawah naungan YKI Pusat melalui kampanye close the care gap - give to relief memberikan perhatian lebih kepada pasien kanker kolorektal yang membutuhkan bantuan kantong stoma (stoma bag).

Gerakan ini dicanangkan Fery Farhati sebagai Ketua YKI Cabang DKI Jakarta dan menyerahkan kepada YKI Pusat dengan harapan gerakan ini menjadi gerakan nasional.

Seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk donasi uang atau kantong stoma melalui cabang YKI di seluruh Indonesia. Selama ini, YKI Jakarta membagikan kantong stoma secara gratis namun untuk jumlah yang terbatas.

YKI Pusat juga sudah memberikan kantong stoma bersubsidi yang bisa diakses dari berbagai daerah. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, diharapkan ketersediaan kantong stoma bisa lebih merata terpenuhi dengan baik. (Nik/OL-09)

 

BERITA TERKAIT