01 February 2022, 09:52 WIB

Dua Pemenang Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2022 akan Wakili Indonesia di Hamburg


Basuki Eka Purnama | Humaniora

MI/Dok Goethe-Institut Indonesien
 MI/Dok Goethe-Institut Indonesien
Pemenang Olimpiade Bahasa Jerman tingkat nasional Wilbert Thamrin dan Condoleezza Gnade Tanabi.

SEBANYAK 77 siswa/i dari 62 SMA/SMK/MA di 27 provinsi telah berkompetisi secara daring di babak final Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2022 pada 24-25 Januari. Pemenang pertama dan kedua di lomba tahunan itu akan mewakili Indonesia berkompetisi di Olimpiade Bahasa Jerman Internasional 2022 di Hamburg, Jerman.

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien menyelenggarakan Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional bekerja sama dengan Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI). 

Kompetisi ini turut didukung Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia, Asosiasi Germanistik Indonesia, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa (P4TK) Kemdikbudristek, serta Pusat Prestasi Nasional Kemdikbudristek. Kompetisi tahun ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan secara daring dikarenakan pandemi.

Baca juga: Badan Bahasa: Kata 'Vaksin, Jadi Word of The Year 2021

Dalam upacara pengumuman pemenang di GoetheHaus Jakarta, yang disiarkan secara langsung di YouTube Goethe-Institut Indonesien, Senin (31/1), Wilbert Thamrin (SMA Saint Peter Kelapa Gading, Jakarta) dinobatkan sebagai juara satu. Adapun Condoleezza Gnade Tanabi (SMA Negeri 28 Jakarta) terpilih sebagai juara kedua.

Wilbert dan Condoleezza akan terbang ke Hamburg untuk melanjutkan perjuangan mereka di Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Internasional yang dijadwalkan berlangsung 25 Juli hingga 5 Agustus 2022. 

Kompetisi akbar internasional ini berlangsung setiap dua tahun sekali. Selain diuji keterampilan berbahasa Jerman, para peserta diharapkan menunjukkan kompetensi komunikasi antarbudaya dan kerja tim di tingkat internasional. Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Internasional 2022 akan diikuti sekitar 90 finalis dari 45 negara.

“Saya mengapresiasi para finalis karena tahun ini jauh lebih banyak peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah peserta yang berkompetisi hampir mencapai 1.200 siswa/i dari 373 SMA/SMK/MA di babak penyisihan tingkat provinsi pada November 2021 hingga akhirnya mengerucut menjadi 77 finalis. Hal ini terjadi karena Olimpiade Bahasa Jerman di Indonesia berlangsung secara daring sehingga bisa meraih lebih banyak peserta,” kata Direktur Goethe-Institut Indonesien Stefan Dreyer, .

Selain Wilbert dan Condoleezza, pemenang kompetisi lainnya tahun ini adalah: Arifianti (SMA Negeri 1 Kedungwaru, Jawa Timur) di tempat ketiga, Elianne Sulistyo (SMA Santa Ursula BSD, Banten) di tempat keempat, Audy Putrirafalika Sudrajat (SMA Madania Bogor, Jawa Barat) di urutan kelima, dan Felicitha Josephena Adi (SMA Negeri 2 Balikpapan, Kalimantan Timur) di posisi keenam. Keenam pemenang memperoleh beasiswa kursus bahasa Jerman di salah satu Goethe-Institut di Jerman.

Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional di Indonesia diadakan setiap tahun sejak 2010 untuk mempromosikan bahasa Jerman di Indonesia serta mendorong siswa/i SMA/SMK/MA untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Jerman. Para siswa/i diuji dalam hal keterampilan berbahasa Jerman pada tingkat kemahiran bahasa A2 (tingkat pemula lanjutan).

Pada 24 Januari, seluruh finalis ditantang menjawab langsung secara mandiri beberapa pertanyaan seputar tema kajian budaya Jerman pada aplikasi Actionbound di gawai mereka. 

Di bagian ini, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup pengetahuan tentang negara Jerman secara umum, di antaranya geografi Jerman, perayaan di Jerman, hingga tokoh ternama asal Jerman.

Di hari berikutnya, kemahiran berbicara para finalis menjadi fokus utama. Melalui platform Zoom, para finalis diminta mempersiapkan sebuah presentasi tentang topik sehari-hari bersama kelompok masing-masing, kemudian mempresentasikannya di hadapan juri. 

Dalam kompetisi dua hari ini, para finalis tidak hanya memperlihatkan kemampuan berbahasa Jerman, tetapi juga kemampuan bekerja dalam kelompok serta menonjolkan kreativitas.

Ketua IGBJI Ekadewi Indrawidjaja menyampaikan Olimpiade Bahasa Jerman di Indonesia tahun ini melibatkan 130 anggota sebagai panitia dan 23 dosen sebagai juri. 

“Keuntungan melakukan Olimpiade Bahasa Jerman secara digital sangat terlihat: kami tidak lagi terhambat dengan jarak dan letak geografis yang sulit dicapai.”

Kepala Bagian Kebudayaan dan Informasi pada Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia Matthias Müller menambahkan: “Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2022 di Indonesia bertepatan dengan tahun yubileum: Jerman dan Indonesia tahun ini merayakan 70 tahun hubungan diplomatik. Para peserta adalah generasi muda dan generasi penerus, tidak ada yang lebih penting di hubungan diplomatik kedua negara selain dari pemahaman akan budaya satu sama lain.” (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT