29 January 2022, 17:50 WIB

Pesantren Siap Jajaki Ekspor Produk Makanan Halal


Zubaedah Hanum | Humaniora

Media Indonesia
 Media Indonesia
Infografis

PONDOK pesantren siap mengambil peran dalam mewujudkan Ekosistem Global Halal Hub sebagai gerakan nasional sinergitas menuju Indonesia Pusat Produsen Halal Dunia 2024.

“Pesantren siap jajaki ekspor produk makanan halal,” tegas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur dilansir dari laman Kementerian Agama, Sabtu (29/1).

Waryono mengungkapkan, pesantren merupakan lembaga yang sangat potensial untuk berpartisipasi memasarkan produknya di pasar global. Menurutnya, pesantren saat ini banyak memiliki produk makanan yang kualitasnya kompetitif.

“Saya pikir, pesantren ini sangat potensial jika dilibatkan untuk memasarkan produk halalnya di pasar internasional. Saya sangat yakin produk pesantren sangat berkualitas dan tentunya produknya variatif,” jelas Waryono.

Waryono menambahkan bahwa keragaman produk pesantren tersebut terstimulasi oleh berbagai program yang dikelola pemerintah, pusat maupun daerah. Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas juga telah menjadikan Kemandirian Pesantren sebagai salah satu program prioritas. Gayung bersambut, di berbagai daerah ada program One Pesantren One Product.

Dikatakan Waryono, pesantren hanya butuh sinergi. Sesuai arahan Wakil Presiden, sinergi itu antara lain dalam peningkatan kapasitas SDM-Kompetensi E-commerce, peningkatan kualitas produk dan kemasan, marketplace global, dan Offline Networking.

Sebelumnya, Wapres KH Ma’ruf Amin berharap Global Halal Hub yang memiliki visi mengembangkan ekosistem produk halal berbasis digital ini dapat memfasilitasi UMKM agar bisa menembus pasar global. "Semoga dengan hadirnya Ekosistem Global Halal Hub akan semakin banyak UMKM kita yang berhasil menembus pasar global dan semakin digemari oleh masyarakat internasional,"  tutur Wakil Presiden

Menurutnya, sudah seharusnya Indonesia menjadi  market leader di bidang industri halal. Sebab, kuantitas penduduk muslim di Indonesia sangat banyak dan ini merupakan potensi yang harus dioptimalkan.

Sebanyak 25 perusahaan ekspor UMKM berbasis digital yang tergabung dalam Asosiasi Platform Digital Ekspor (PDEkspor) menjadi bagian utama dalam pengembangan ekosistem Global Halal Hub. Asosiasi ini menggandeng Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), komunitas, pesantren, perguruan tinggi dan para pelaku UMKM.

Produk yang saat ini diekspor menurut PDEkspor adalah makanan halal seperti mi, gudeg, bumbu, gado-gado, aneka kue dan cocoa powder. (H-2)

 

BERITA TERKAIT