27 January 2022, 19:10 WIB

Bertambah, Kasus Meninggal Karena Omikron Menjadi 3 Orang 


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MI/Dwi Apriyani
 MI/Dwi Apriyani
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan kasus meninggal karena varian omikron bertambah menjadi 3 orang. Status vaksin pun bermacam-macam ada yang sudah divaksin booster, dosis 2 kali, dan belum divaksin. 

Pasien yang meninggal karena omikron dari fasilitas kesehatan Rumah Sakit (RS) Sari Asih Ciputat kondisinya dalam kategori berat dengan komorbid gagal jantung dan gagal ginjal akut, belum di vaksin pasien meninggal pada umur 64 tahun 

Untuk pasien yang meninggal di RS Sulianti Saroso Jakarta dalam kategori berat dengan umur 54 tahun adapun komorbid yang diderita yakni obesitas dan sudah dua kali vaksin. Pasien yang meninggal di RS Harapan Kita Jakarta dalam kategori sedang dengan umur 78 tahun dengan komorbid penyakit jantung dan sudah di vaksinasi booster. 

"Orang yang meninggal satu orang belum divaksin, kesimpulannya yuk kita cepat-cepat vaksin. Kemudian usianya rata-rata yang meninggal adalah lansia jadi perlu dipastikan bahwa kita perlu memastikan orang-orang lansia dirawat dengan baik," kata Budi dalam konferensi pers secara daring, Kamis (27/1). 

Baca juga : Menkes: Tingkat Keparahan Omikron Rendah, Jangan Panik

Sehingga perlu dipastikan bahwa masyarakat lansia harus mendapatkan vaksinasi dosis lengkap bahkan booster terlebih dahulu dan apabila lansia yang terpapar omikron dan memiliki komorbid maka harus dirujuk ke rumah sakit. 

Dalam beberapa pekan ke depan gelombang omikron diprediksi akan terjadi, yang perlu dipahami masyarakat adalah varian omikron memiliki ciri-ciri pemaparan yang sangat tinggi dan cepat. 

"Sehingga masyarakat tidak perlu kaget, ciri-ciri lainnya adalah tingkat keparahannya rendah dan angka meninggalnya pun rendah dibandingkan varian lainnya," ungkapnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT