27 January 2022, 12:19 WIB

Vaksin Booster Jadi Salah Satu Senjata Ampuh untuk Lawan Omikron


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA/Fakhri Hermansyah
 ANTARA/Fakhri Hermansyah
Petugas menyuntikkan vaksin covis-19 penguat pada petugas Jasa Marga di rest area km 19, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/1/2022).

VAKSINASI booster menjadi salah satu senjata ampuh yang dapat mencegah terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Djoko Santoso.

"Booster adalah satu bentuk memproteksi melawan omikron di samping penerapan protokol kesehatan maupun merawat kebugaran serta hidup yang hati-hati," kata Djoko dalam acara Jumpa Pakar Media Indonesia bertajuk Varian Vs Vaksin Tantangan dan Harapan di Tahun 2022, Kamis (27/1).

Dikatakan Djoko, sejauh ini penelitian sementara menyatakan bahwa adanya varian omikron dapat menurunkan efektivitas vaksin. Hal itu tentu akan memberikan peluang besar bagi varian omikron untuk menginfeksi masyarakat luas.

Namun demikian, terdapat sejumlah penelitian yang membuktikan bahwa adanya vaksinasi booster dapat meningkatkan imunitas terhadap virus covid-19 dalam berbagai varian, termasuk omikron.

Baca juga: 18,5 Juta Remaja Rampung Divaksinasi per 26 Januari

Baca juga: BOR Mulai Naik, KSP: Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Isoman di Rumah Saja

Diantaranya, bagi masyarakat yang mendapatkan vaksin primer Sinovac dan booster Sinovac, efektivitas vaksin akan meningkat menjadi 70% dari yang tadinya 50%. Sementara yang mendapatkan vaksin primer Sinovac dan booster AstraZeneca, efektivitas jadi meningkat ke angka 90%. Sementara yang mendapatkan booster Pfizer, efektivitas akan meningkat 93%.

Peningkatan efektivitas vaksin juga akan meningkat 3 kali lipat pada orang yang telah mendapatkan vaksin primer AstraZeneca dan booster AstraZeneca. Selain itu, pada orang yang mendapatkan vaksin booster Pfizer akan meningkat 25 kali lipat dan booster Moderna 32 kali lipat.

Selanjutnya, pada orang yang mendapatkan vaksin dosis lengkap Pfizer dan booster Pfizer, efektivitas vaksin akan meningkat 8 kali lipat. Sementara yang mendapatkan vaksin booster AstraZeneca akan meningkat 5 kali lipat dan booster Moderna 11 kali lipat.

Sementara itu, yang mendapatkan vaksin primer Moderna dan booster Moderna efektivitas akan meningkat 11 kali lipat dan booster Pfizer meningkatkan efektivitas hingga 8 kali lipat.

"Namun demikian yang harus dicermati bahwa kehadiran booster harus berkeadilan. Karena kalau tidak adil, negara dan wilayah yang tidak terproteksi akan melahirkan virus ganas yang bisa menyebar ke seluruh wilayah," imbau dia. (H-3)

BERITA TERKAIT