26 January 2022, 20:45 WIB

Pemetaan Lokasi Rawan Bencana Modal Penting Mitigasi


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi

MENTERI Sosial Tri Rismahari mengingatkan kepada semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi. Untuk meminimalisasi dampak, masyarakat harus memiliki kesiapsiagaan secara mandiri dalam merespons merespon indikasi terjadinya bencana.

"Pemanasan global membuat semua wilayah bisa berpotensi bencana. Sebelumnya saya ke Kabupaten Pekalongan, longsor terjadi di kawasan hutan lindung. Jadi kepada masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana agar bisa melakukan langkah mitigasi secara mandiri," kata Mensos dalam keterangan resmi, Rabu (26/1)

Oleh karena itu, Mensos meminta masyarakat dimana pun berada untuk tidak terlena. Dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Jawa Tengah, Mensos mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang telah melakukan pemetaan wilayah bencana dan meminimalisir dampak bencana. Pada 19 Januari 2022 lalu, bencana tanah longsor terjadi di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menimpa tiga rumah, serta menelan satu korban jiwa.

Dalam peninjauan itu, didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Mensos menyerahkan santunan ahli waris satu orang korban meninggal sebesar Rp15 juta, serta masing-masing Rp5 juta bagi korban luka.

Kementerian Sosial juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa tenda gulung 100 lembar, selimut  200 lembar, kasur 200 lembar, makanan Anak 240 paket, dan makanan siap saji sebanyak 400 paket dengan nilai total Rp168.982.400.

Untuk kemungkinan dilakukan relokasi hunian, Mensos menyerahkan kebijakan tersebut kepada Pemkot Semarang. Untuk perbaikan rumah warga yang rusak, Kemensos bersikap membantu Pemkot dari belakang, karena pemkot memilki anggaran untuk itu. (H-2)

 

BERITA TERKAIT