25 January 2022, 15:35 WIB

Jemaah Terpapar Covid, Kemenag Akan Evaluasi Penyelenggaraan Umrah


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

AFP
 AFP
Suasana Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi

KASUS positif covid-19 varian omikron di Indonesia saat ini mengalami peningkatan. Sejak munculnya varian tersebut, di beberapa negara juga tengah melakukan serangkaian mitigasi, terlebih beberapa kasus berasal dari perjalanan luar negeri, termasuk perjalanan ibadah umrah ke Saudi Arabia.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin menjelaskan, data terbaru kasus positif covid-19 dari perjalanan umrah mengalami tren penurunan, yakni dari 388 jemaah yang melakukan ibadah umrah, 16 orang dinyatakan positif.

“Alhamdulillah tren semakin membaik untuk pengendalian covid jemaah umrah, dari 388 jemaah umrah yang tiba di tanah air 22 Januari kemarin, terdapat 16 orang (4%),” ujar Arifin saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (25/1).

Pasalnya, dari total keseluruhan saat ini, 1410 jemaah yang telah melaksanakan umrah, terdapat 172 yang positif covid-19. Kasus tertinggi terdapat pada keberangkatan fase pertama dan kedua. Fase pertama yakni perwakilan tim aju, dari 25 orang yang berangkat, 11 (44%) orang dinyatakan positif serta fase kedua yakni dari 411 jemaah, 87 (21,12%) orang.

Baca juga: Yang Muda yang Korupsi

“Kita terus dan perlu melakukan evaluasi penyelenggaraan Umrah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia, Artha Hanif mengatakan saat ini perlu adanya evaluasi dan pengawasan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Kementarian Agama terkait hotel yang menjadi lokasi karantina bagi par a jemaah umrah Indonesia.

Menurut Artha, kasus positif covid-19 yang menimpa para jemaah sepulang beribadah, justru terkonfirmasi pada saat melakukan karantina. Pasalnya, jemaah diwajibkan menetap selama 10 hari selama di hotel, namun pada saat dilakukan tes PCR swab pada hari terkahir, banyak yang terkonfirmasi positif.

“Mereka sudah negatif saat akan pulang ke tanah air, nah pada saat melakukan karantina punya cukup waktu istirahat, yang kita tidak tahu apakah selama karantina asupan nutrisi untuk imunitas para jemaah ini baik, atau justru menurunkan imunitas,” jelas Artha saat dihubungi. (OL-4)

BERITA TERKAIT