24 January 2022, 17:07 WIB

Ini Rekomendasi PDPI Hadapi Lonjakan Kasus Omikron di Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
 ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
 Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjalani pemeriksaan kesehatan saat ikuti Vaksinasi Booster ASN di Serang, Banten, Senin (24/1/2021)

PADA awal  2022, kasus covid-19 di Indonesia meningkat signifikan dari sebelumnya. Berdasarkan data kasus harian dari Satgas Covid-19 pada 23 Januari 2022 angka penambahan kasus covid-19 yaitu 2.925 kasus. Jumlah kasus varian omikron hingga tgl 23 Januari adalah 1.629 kasus terkonfirmasi dan akan lebih banyak lagi bila ditambah dengan kasus yang masuk kategori probable yang sedang menunggu hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS ).

Menyikapi kondisi ini , Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mendorong dan merekomendasikan kepada masyarakat yang layak untuk divaksin segera menjalani vaksinasi covid-19 lengkap (dua dosis) di sentra pelayanan vaksinasi terdekat, seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak (termasuk perjalanan ke luar negeri, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi.

"Semua pihak harus waspada dan mengetahui gejala covid-19 varian Omikron," tuturnya.

Baca juga: KPAI Imbau Sekolah Penuhi Syarat Kebutuhan Penyelenggaraan PTMT

Baca juga: KPAI Catat 5.953 Kasus Pelanggaran Hak Anak Selama 2021

"Pada tanggal 22 Januari 2021 dilaporkan 2 kasus kematian pasien Omikron di Indonesia. Hingga hari ini, terjadi peningkatan seluruh kasus covid-19 yang sangat signifikan Jika dibandingkan dengan data 1 Januari 2022. Peningkatan ini diduga diakibatkan oleh varian baru covid-19 yaitu varian Omikron," kata Ketua Pokja Infeksi PP Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan dalam konferensi pers daring Senin (24/1).

Dia menyebut varian omikron memiliki kemampuan penularan dan kemampuan memperbanyak diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya. Bahkan data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus omikron merupakan kasus tanpa gejala.

"Kasus tanpa gejala ini sebagian besar ditemukan pada individu yang telah divaksinasi lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi bermanfaat untuk mencegah terjadi gejala pada individu yang telah divaksinasi," sebutnya.

Berbagai pihak memprediksi puncak kenaikan kasus covid-19 akan terjadi pada pertengahan Februari 2022 hingga Maret 2022. Data juga menunjukan bahwa lebih dari 20% kasus omikron di Indonesia saat ini adalah merupakan kasus penularan lokal.

"Jika kasus terus meningkat dan tidak terkendali maka ada kemungkinan sistem kesehatan Indonesia akan kewalahan. Oleh sebab itu, Pemerintah serta masyarakat harus maksimal dalam melakukan upaya-upaya penanganan covid-19 ini, terutama pada upaya pencegahan penularan," ujarnya.

Keluhan klinis dari varian omikron yang terbanyak adalah batuk kering, nyeri tenggorok, tenggorokan gatal (merupakan keluhan tersering), merasa kelelahan atau mudah lelah, hidung tersumbat/pilek, demam, nyeri kepala, Gejala lainnya, namun jarang terjadi, adalah mual dan muntah, sesak napas, demam, dan diare.

Gejala varian ini terkesan ringan, namun terdapat berbagai data yang menyebutkan bahwa gejala dapat menjadi berat seperti demam tinggi dan sesak napas berat pada kelompok lanjut usia, kelompok masyarakat dengan komorbiditas (penyakit kronik lainnya) dan anak-anak sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

"Untuk itu sehingga perlu kewaspadaan khusus untuk ketiga kelompok ini," tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 80 ribu Tempat Tidur RS Antisipasi Puncak Omikron

Dia menambahkan jika ada yang mengalami gejala seperti yang disebutkan seperti yang disebutkan di atas, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan terdekat, melakukan isolasi mandiri di rumah, memperketat dan tetap disiplin pada protokol kesehatan, menkonsumsi vitamin, mencukupi kebutuhan gizi, memperbanyak istirahat, dan tidak menunda-nunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Setiap individu masyarakat diharapkan mampu menjadi agen edukasi tentang covid-19 terkait varian Omikron, gejala dan keluhan, cara pencegahan, dan tata cara isolasi mandiri," lanjutnya.

Pihaknya juga meminta pemerintah agar memaksimalkan aktivitas 3T, segera mengejar target cakupan vaksinasi primer dan booster, serta memetakan dan mempersiapkan tempat-tempat isolasi terpusat.

"Masyarakat diharapkan tetap waspada, namun tidak panik terhadap covid-19 varian Omikron. Mari bersama-sama berusaha sangat keras dan maksimal dalam waktu yang singkat untuk kemudian bersama-sama terbebas dari pandemi ini," pungkasnya.  (H-3)

BERITA TERKAIT