18 January 2022, 10:27 WIB

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA/Fransisco Carolio
 ANTARA/Fransisco Carolio
Petugas memantau monitor citra satelit cuaca di kantor BBMKG Wilayah I Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/12/2021).

BADAN Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 18 - 19 Januari 2022.

Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko mengatakan pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Utara - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, Laut Jawa, perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Banda, perairan utara Jayapura," kata Urip dalam keterangannya Selasa (18/1).

Baca juga: BNPB: Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah Pekan Ini

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Mentawai - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Barat, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan Kep. Anambas, perairan Subi - Serasan, Laut Natuna.

Kemudian perairan Kep. Bintan - Kep. Lingga, Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan, perairan utara P. Bangka - P. Belitung, Laut Jawa bagian barat, perairan utara Jawa, Selat Makassar, Laut Sumbawa - Flores, perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, perairan selatan Baubau - Wakatobi, Laut Sulawesi bagian barat, perairan Kep. Sangihe, perairan Kep. Sitaro, perairan Bitung, perairan utara dan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian selatan, perairan utara Kep. Banggai - Kep. Sula, Laut Banda, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kei - Kep. Aru, perairan Fakfak - Kaimana, perairan Agats - Amampere, Laut Arafuru, perairan utara Papua Barat - Biak, Samudra Pasifik utara Biak.

Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Nias, perairan selatan Jawa Tengah - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Banten - NTT, Laut Natuna Utara, perairan utara Natuna, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Jayapura, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua Barat, Samudra Pasifik utara Jayapura.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter)

Selanjutnya Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar ( Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT