13 January 2022, 10:50 WIB

Kemenkes: Ketersediaan Vaksin Booster Memadai hingga 130 Juta Dosis di Biofarma


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA/ MUHAMMAD IQBAL
 ANTARA/ MUHAMMAD IQBAL
VAKSINASI BOOSTER: Warga berfoto usai mengikuti vaksinasi covid-19 dosis ketiga di RSU Tangerang Selatan, Banten Rabu (12/1/2022)

PEMERINTAH menjamin ketersediaan vaksin untuk booster yang pelaksanaan vaksinasinya pada 12 januari 2022. Saat ini masih ada hampir 130 juta dosis di Biofarma.

Hal itu diungkapkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu. Untuk diketahui pemerintah secara resmi memulai vaksinasi booster di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1). Lokasi lain yang juga memulai vaksinasi Booster yakni di RSUD Tangerang Selatan.

Menurut Maxi semua tahapan pelaksanaan vaksinasi booster di Puskesmas Kramat Jati telah dilakukan terutama dalam memastikan persyaratan penerima vaksinasi booster, yakni telah lengkap 2 dosis vaksin dan minimal telah lewat 6 bulan pasca vaksinasi dosis kedua. Maxi juga mengapresiasi Puskesmas Kramat Jati karena pada hari ini selain launching vaksinasi booster juga masih berlangsung vaksinasi dosis pertama dan kedua, serta vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

“Yang menarik di sini adalah pelaksanaan vaksinasi booster beriringan dengan vaksinasi dosis pertama dan kedua, dan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Ini bisa jadi percontohan untuk fasilitas kesehatan lainnya dalam melaksanakan vaksinasi,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kramat Jati dr. Inda Mutiara menyebut vaksin booster di wilayah Puskesmas Kramat Jati telah disiapkan 150 dosis untuk hari ini. Pihaknya sedang memproses pemenuhan logistik vaksin untuk vaksinasi booster selanjutnya.

“Kami sampaikan kepada lurah setempat bahwa vaksin booster sudah bisa diakses di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati. Kemudian sasarannya adalah Lansia dan kelompok rentan, serta usia 18 tahun ke atas,” ujar dr. Inda.

Vaksinasi booster dilaksanakan gratis. Jenis vaksin yang diberikan adalah Pfizer atau AstraZeneca bagi vaksin primer Sinivac, dan vaksin Moderna bagi vaksin primer AstraZeneca. Vaksin booster diberikan setengah dosis dilakukan secara injeksi intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh.

Penyuntikan setengah dosis dilakukan dengan menggunakan jarum suntik ADS 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml. “Jumlah warga Lansia di Kramat Jati sekitar 20.500, sekitar 81% telah divaksinasi dosis lengkap. Secara bertahap semua Lansia akan divaksinasi booster dan untuk hari ini ada 150 orang yang akan divaksinasi booster di Kramat Jati,” tutur Inda.

Secara teknis penerima vaksin booster harus daftar ke aplikasi PeduliLindungi untuk mendapatkan e-ticket. Setelah mendapatkan e-ticket pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi booster.

Vaksinasi booster ini disambut baik oleh Lansia di Kramat Jati, seperti yang dirasakan Parlindungan Simatupang, 77 mengaku vaksinasi booster ini merupakan keharusan untuk mencegah wabah covid-19 semakin meluas. “Tentu senang karena ini suatu keharusan untuk menghindari penyakit yang sedang mewabah,” ucapnya.

Ia dan istrinya kini telah divaksinasi booster. Parlindungan mengajak kepada sesama Lansia untuk divaksinasi booster memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. (H-1)

BERITA TERKAIT