12 January 2022, 23:30 WIB

Unhan Beri Gelar Profesor Kehormatan kepada Eks Menkes Terawan


Dede Susianti | Humaniora

Antara
 Antara
TERAWAN AGUS PUTRANTO MENERIMA GELAR PROFESOR KEHORMATAN.

UNIVERSITAS Pertahanan (Unhan) memberikan gelar profesor kehormatan (guru besar tidak tetap) ilmu pertahanan bidang kesehatan militer pada mantan Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto.

Sidang terbuka pengukuhan dipimpin Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Prof Dr Amarulla Octavian selaku Ketua Senat Unhan di Gedung Aula Merah Putih, Kampus Bela Negara Unhan RI di Komplek IPSC Sentul, Jawa Barat, Rabu (12/1).

Dalam kesempatan itu, Rektor Unhan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Prof Dr (HC) Dr Terawan Agus Putranton, SPRad (K) atas pencapaian prestasi akademik yang membanggakan.

Menurutnya, Terawan mampu menciptakan dan merumuskan pertahanan kesehatan nasional melalui sebuah teoribyang terkait dengan metode "cuci otak" pada penderita strok .

Metode 'brain whasing' ini, jelasnya, bukan praktek cuci otak yang selama ini dipahami masyarakat, melainkan endovaskular treatment atau neurovaskular intervention yang mana teknik dasarnya menggunakan digital substraction angiography (DSA) yang berguna untuk diagnostik.

"Teori yang dikembangkan tersebut rupanya sudah diaplikasikan di Jerman dengan nama "Terawan Theory"," kata Amarulla.

Ia menjelaskan, teori yang dikembangkan sejak tahun 1990-an dapat mengurangi paparan radiasi dalam otak dan terbukti sampai saat ini banyak pasien yang tertolong dari serangan strok.

Pertahanan negara
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Peran Kesehatan Militer dalam Mendukung Ketahanan Kesehatan Nasional, Terawan memaparkan, bahwa seiring dengan majunya perkembangan ilmu dan teknologi menyebabkan terciptanya globalisasibdalam berbagai bidang.

Hal ini membuat tantangan yang kita hadapi menjadi semakin komplek dan dapat berimplikasi pada pertahanan negara. Tantangan yang ada pada saat ini tidak hanya ancaman di bidang militer, namun juga ancaman pada bidang non militer ataupun gabungan dari keduanya.

Dia mengatakan, kesehatan militer merupakan bagian dari sistem pertahanan negara dalam menghadapi tantangan tersebut.

Dalam mengemban tugas pokok sebagai TNI, terutama dalam hal menegakkan kedaulatan, menciptakan perdamaian, serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diperlukan sebagai strategi militer yang bersifat komprehensif. Baik itubstrategi operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).

"Esensi ketahanan kesehatan nasional adalah kolaborasi semua komponen bangsa, baik sipil maupun militer di dalam bersama- sama menanggapi ancaman, sehingga semua prosedur, semua tindakan yang dirasakan oleh semua komponen masyarakat akan sama," kata dia.

Pengukuhan Terawan itu dihadiri sejumlah tokoh besar, diantaranya Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Hadir juga sejumlah pejabat yang mewakili Panglima TNI, Kapolri, Kepala BRIN, Kepala BKKBN, Dirut BPJS, Wakil Ketua DPR RI dan undangan kehormatan lainnya. (H-2)

BERITA TERKAIT