03 January 2022, 09:10 WIB

2.751 Jiwa Warga Mengungsi Akibat Banjir Meluas di Aceh Timur


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA/ SYIFA YULINNAS
 ANTARA/ SYIFA YULINNAS
BANJIR: Sejumlah warga mengevakuasi barang-barang miliknya dari genangan banjir di Desa Teupin Bate, Aceh Timur, Aceh.

SEDIKITNYA 2.751 warga Aceh Timur, Provinsi Aceh mengungsi akibat banjr di sejumlah kecamatan. Sebelumnya dua gampong dilaporkan masih terendam, namun banjir susulan terjadi setelah hujan lebat kembali mengguyur kawasan tersebut.

"Perkembangan pada Sabtu (1/1), pukul 09.00 WIB, banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, menyebabkan 2.751 atau 769 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Senin (3/1). Namun demikian, pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menginformasikan genangan berangsur surut di beberapa titik pada 8 kecamatan.

Sebelumnya dilaporkan tiga kecamatan terdampak pada Jumat pagi kemarin (30/12). Banjir sempat meluas karena curah hujan tinggi di kawasan kabupaten sehingga total 46 gampong atau desa di 8 kecamatan akhirnya terdampak banjir, di antaranya tersebar di Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Ranto Peureulak, Julok dan Nurussalam. "Tercatat sebanyak 19.361 jiwa atau 6.274 KK terdampak kejadian tersebut. Selain itu banjir berdampak pada 6.274 unit rumah dan 1 lainnya rusak ringan," sebutnya.

Berdasarkan pantauan prakiraan cuaca, pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur masih berpotensi hujan ringan-sedang-petir hingga hujan lebat pada hari ini dan esok hari (2/1). Pada kajian inaRISK, Kabupaten Aceh Timur memiliki 24 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi, termasuk delapan kecamatan yang terdampak banjir hingga hari ini.

"Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan, maupun bahaya hidrometeorologi basah lain, seperti banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Waspadai puncak musim hujan pada Januari 2021 hingga Februari tahun depan," pungkasnya. (H-1)

BERITA TERKAIT