02 January 2022, 19:35 WIB

Hadapi Puncak Musim Penghujan, BNPB Minta Masyarakat Lakukan Aksi Mitigasi 


Atalya Puspa | Humaniora

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Awan mendung di Jakarta sebelum hujan lebat

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat untuk melakukan aksi mitigasi dini dalam menghadapi musim penghujan. 

"Salah satunya saling berkoordinasi antara masyarakat yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Minggu (2/1). 

Selain itu, kata dia, masyarakat juga diminta melakukan koordinasi dengan radio komunikasi yang dapat melibatkan organisasi masyarakat seperti RAPI atau Orari atau penggunaan telepon selular untuk menginformasikan kondisi hujan di kawasan hulu. 

"Ini akan membantu warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai untuk melakukan evakuasi sejak dini," imbuh dia. 

Baca juga : Presiden Resmi Perpanjang Status Pandemi Covid-19 di Indonesia 

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa puncak musim penghujan akan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2022 di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Adapun, dengan adanya potensi La Nina, curah hujan berpotensi meningkat 10% hingga 100% di sebagian besar wilayah Indonesia. 

“Perlu diwaspadai intensitas hujan tinggi yang berpotensi bencana hidrometeorologi seperti longsor di daerah dataran tinggi atau pegunungan, dan banjir di dataran rendah atau bantaran sungai,” ungkap dia. 

BMKG mengimbau, kepada pemerintah daerah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi agar menyiapkan dan mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, atau puting beliung. (OL-7)
 

BERITA TERKAIT