30 December 2021, 13:21 WIB

Kurikulum MBKM Beri Dampak Psikologis Pada Mahasiswa


Siswantini Suryandari | Humaniora

Dok UNTAR
 Dok UNTAR
Mahasiswa Universitas Tarumanegara saat memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

DARI hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Tarumanegara yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), menyebutkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberi dampak psikologis paling signifikan pada mahasiswa.

Kurikulum MBKM telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek pada awal 2020. Dan pada akhir 2021, Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek mengadakan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2021. Salah satunya Universitas Tarumanegara yang ambil bagian dalam penelitian MBKM tersebut.

"Terutama pada aspek change of efficacy, yaitu mahasiswa meyakini proyek yang dilakukannya memberikan dampak perubahan pada masyarakat," ujar Ketua Tim Peneliti, Sri Tiatri PhD, dalam keterangan tertulisnya. Kamis (30/12).

Keyakinan diri dan passion yang kuat semakin bertambah kuat setelah selesai proyek dilaksanakan. Dengan kata lain, pembelajaran kolaboratif dan partisipatif dipertimbangkan diberikan pada mahasiswa, karena memberikan dampak psikologis positif di kegiatan team-based project dengan setting di luar kelas.

Berdasarkan analisis tim peneliti, salah satu ciri kegiatan pengabdian pada masyarakat yang menimbulkan dampak positif bagi mahasiswa. Contohnya kegiatan yang memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menjalankan tugas-tugas yang membutuhkan penyelesaian dalam suatu persoalan yang dihadapi di lapangan.

baca juga: Ukrida Paparkan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Terkait MBKM

Michelle, mahasiswa MBKM Universitas Tarumanagara mengungkapkan dari bahwa pengabdian kepada masyarakat (PKM) sangat penting, karena melalui kegiatan itu mahasiswa memiliki kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan. Sekaligus melihat langsung kondisi nyata di lapangan. "Jadi tidak cuma belajar teori, tetapi dapat digunakan untuk menerapkan ilmu tersebut untuk masyarakat," kata Michelle.

Penelitian tersebut melibatkan mahasiswa yang terlibat dalam satu tim kerja. Kegiatan bersama mahasiswa itu merupakan kegiatan pembelajaran dan partisipatif berbasis proyek yang dilakukan pada kegiatan proyek lapangan, dengan kondisi yang sebenarnya, yaitu pengabdian pada masyarakat.

Adapun penelitian dipimpin oleh Sri Tiatri PhD dengan enam anggota dosen yakni Dr Keni SE MM, Dr Rasji SH MH, Dr Rita Markus Idulfilastri MPsi T, Nafiah Solikhah ST MT, Dr Fransisca Iriani Roesmala Dewi MSi, Ir Jap Tji Beng MMSI PhD, dan melibatkan tujuh mahasiswa yaitu Mirabella, Clara, Felicita, Meymey, Michelle, Azka, dan Nina. (N-1)

 

BERITA TERKAIT