29 December 2021, 21:43 WIB

Hadapi Puncak Musim Pengujan, BNPB Minta Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi 


Atalya Puspa | Humaniora

Antara/Aprilio Akbar
 Antara/Aprilio Akbar
Pengendara sepeda motor melintasi genangan akibat rob di Muara Baru, Jakarta

MENGHADAPI puncak musim hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah. 

"Semua pihak dapat memantau berbagai sistem informasi dari institusi pemerintah, antara lain inaRISK, info BMKG atau MAGMA Indonesia, untuk mengetahui potensi risiko atau pun bahaya di wilayah sekitar," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Rabu (29/12). 

Saat ini sendiri, bencana hidrometeorologi telah melanda sejumlah wilayah. Salah satunya Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, pada Selasa (28/12), pukul 15.00 WIB. Wilayah tersebut mengalami banjir dengan tinggi muka air berkisar 10 hingga 40 cm. 

Sementara itu, sebanyak 66 KK atau 186 jiwa terdampak genangan. Tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. 

Baca juga : Pembangunan SDM Indonesia Terganggu Anomali Akibat Covid-19

"BPBD Kabupaten Kawarang menginformasikan banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan desa sehingga debit air Sungai Cidawolong meluap. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya genangan karena faktor saluran irigasi yang buruk," beber Abdul. 

Menyikapi kondisi di wilayah tersebut, BPBD bersama TNI dan Polri telah berada di lapangan untuk membantu warga terdampak. 

"BPBD dan pemerintah desa telah melakukan koordinasi terkait potensi banjir di puncak musim hujan pada Januari tahun ini hingga Februari 2022," ucapnya. 

Telukjambe Barat termasuk salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang yang memiliki potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. (OL-7)

BERITA TERKAIT