29 December 2021, 17:21 WIB

Kemenkes Pastikan Sertifikat Vaksin Indonesia Bisa Digunakan di Arab Saudi


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

AFP
 AFP
ilustrasi -- Jemaah haji melakukan tawwaf di Masjidil Harram, Mekkah.

JEMAAH muslim Indonesia diharapkan bisa memulai ibadah umrah secara massal di 2022. Saat ini telah ada 25 orang anggota asosiasi perjalanan ibadah umrah yang sedang melakukan tugas khusus untuk mempelajari sistem umrah di era pandemi.

Dari informasi yang diterima dari perwakilan Asosiasi, Wakil ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Azhar Gazali mengatakan, salah satu kendala yang dialami yakni tentang belum terintegrasinya aplikasi PeduliLindungi dan Tawakalna milik Arab Saudi terkait sertifikat vaksin covid-19.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan menyelesaikan persoalan integrasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakalna milik Arab Saudi beberapa hari ke depan. Dengan demikian, sertifikat vaksin jemaah asal Indonesia bisa digunakan di arab Saudi sebagai syarat masuk ke dalam lingkungan ibadah.

"Sudah (selesai) nanti diluncurin minggu ini mudah-mudahan," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, usai Acara Taklimat Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di gedung Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (29/12).

Baca juga: Beri Kabar dari Makkah, AMPHURI: 25 Wakil Indonesia Jalani Ibadah Umrah Perdana

Kendati demikian, 25 orang perwakilan asosiasi tetap bisa melaksanakan ibadah umrah. Menurut Azhar Gazali, berdasarkan informasi dari Muasasah atau badan pengurus haji dan umrah Arab Saudi, terkait aplikasi tawakkalna ini, khusus jemaah umrah semuanya telah dilaporkan dan diurus oleh muassasah.

"Dimana, nantinya setiap jemaah akan diberikan penanda berupa gelang sebagai alat pengenal dan bukti bahwa mereka telah terdaftar di tawakalna sebagai jamaah umrah," ujar Azhar.

Lanjut Azhar, saat ini Tim Aju asal Indonesia sudah bisa mengunjungi Masjid Nabawi untuk menunaikan ibadah sholat Magrib dan Isya waktu Arab Saudi.

“Terbayar sudah rasa rindu ini, rindu yang tersimpan hampir dua tahun terakhir untuk bisa mengunjungi dan berziarah ke makam Rasulullah,” ujarnya melalui keterangan yang diberikan.

"Secara umum suasana Nabawi cukup ramai, meski tak seramai saat normal sebelum pandemi covid melanda. Adapun proses masuk ke area pelataran dan masjid seperti biasanya, tidak ada pemeriksaan maupun harus menunjukkan aplikasi seperti yang ramai diberitakan, pun saat salat, safnya sudah dirapatkan, hanya saja, jemaah yang harus tetap memakai masker, dan aplikasi tawakkalna hanya digunakan saat jemaah akan mengunjungi Raudhah,” pungkas Azhar. (A-2)

BERITA TERKAIT