29 December 2021, 11:55 WIB

Persebaran Omikron, Masyarakat Diminta Lebih Waspada


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA/ Fauzan
 ANTARA/ Fauzan
PEMBATASAN: Calon penumpang pesawat melapor diri sebelum keberangkatannya di Terminal 3 Bandara Internasional Soeta Banten.

ADANYA temuan kasus omikron di Indonesia harusnya menjadi peringatan keras kepada masyarakat  untuk tidak melakukan kegiatan berkerumunan dan bepergian.

"Transparansi data yang disampaikan oleh pemerintah terkait jumlah penularan omikron hendaknya disikapi sebagai peringatan. Agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk alasan yang tidak mendesak," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangannya Rabu (29/12).

Kasus omikron secara global, saat ini telah terdeteksi di 115 negara dengan total melebihi 184 ribu kasus. Dimana Inggris menempati urutan pertama dengan jumlah tertinggi di dunia. Peningkatan konstan juga terlihat di Amerika Serikat, Jerman dan Prancis di mana jumlah kasus Omikronnya kini lebih tinggi dibandingkan dengan Norwegia dan Afrika Selatan. "Melihat tren perkembangan kasus omikron yang terus meningkat baik di tingkat global dan nasional, kita harus terus mengantisipasi agar penularan varian ini dapat ditekan seminimal mungkin di Indonesia," tegas Wiku.

Jika melihat hasil telaah data menunjukkan mayoritas kasus positif omikron merupakan pelaku perjalanan internasional. Hal ini mendorong pemerintah mengetatkan pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan luar negeri. Utamanya, dari negara-negara yang tingkat kasus omikron-nya terdeteksi tinggi.
"Satgas berharap masyarakat juga dapat mengambil peran dalam mencegah masuknya varian Omikron ke Indonesia," ujar Prof Wiku.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan  dr. Siti Nadia Tarmidzi mengumumkan adanya satu kasus transmisi lokal varian baru Omikron di Jakarta. Adanya satu kasus transmisi lokal tersebut menambah jumlah kasus konfirmasi positif Omikron di Indonesia menjadi 47 kasus.

Dengan demikian sebanyak 46 kasus merupakan kasus impor dan 1 kasus transmisi lokal. Yang terbaru adalah kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri.

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini pemerintah kembali mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama dalam masa libur Natal dan tahun baru ini. Hindari kerumunan dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin untuk segera divaksin,” pungkasnya.(H-1)

BERITA TERKAIT