27 December 2021, 10:21 WIB

Koneksi Internet Jadi Pintu Pemasaran tanpa Batas


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist/Kemenkominfo
 Ist/Kemenkominfo
Peternak madu hutan Supriadi dalam program Melihat Indonesia di Metro TV, Sabtu (25/12) malam.

PEMERINTAH melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah membangun jaringan utilitas pemerataan koneksi internet ke seluruh pelosok negeri. Dengan adanya internet yang mudah dan cepat, diharapkan perekonomian di daerah ke depannya akan semakin berkembang.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak BAKTI Kominfo membangun infrastruktur penunjang koneksi internet di beberapa titik yang ada, baik sektor pendidi­kan, kesehatan, pemerintahan, hingga perekonomian di sana kini semakin maju.

Pelaku usaha mikro, kecil,  dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut juga merasa­kan banyak manfaat dari pembangunan infrastruktur komunikasi dan internet. Sebab, sebelum infrastruktur tersebut ada, masyarakat sekitar harus mencari datar­an yang lebih tinggi untuk berkomunikasi dengan para kerabat yang tinggal di daerah lain.

Supriadi, salah satu peternak madu hutan di Batu Lanteh, mengaku merasa sangat terbantu berkat adanya koneksi yang supercepat saat ini. Biasanya, dia dan warga lainnya harus pergi ke tikungan cinta Semongkat demi mencari sinyal untuk berkomunikasi.

“Di sini sinyal sangat sulit sebelumnya, jadi biasanya saya ke tanjakan cinta untuk cari sinyal dan berhubungan dengan para pelanggan,” ung­kap Supriadi dalam program Melihat Indonesia di Metro TV, Sabtu (25/12) malam.

Supriadi mengatakan, di atas tikungan cinta Semong­kat sinyal juga tidak serta merta hadir begitu saja. Dia harus mengikatkan ponsel ke badan pohon agar sinyal cepat masuk.

“Jadi, kalau ada telepon masuk bukan ponsel yang kita dekatkan ke telinga, tapi teli­nga kita yang harus mendekat ke ponsel kita,” tutur Supriadi sambil mempraktikan cara ia menerima telepon.

Di tikungan cinta bukan hanya Supriadi yang datang untuk mencari sinyal. Masyarakat Batu Lanteh lainnya pun ikut berdatangan dari segala usia.

Di tikungan tersebutlah, kerap komunikasi antara muda-mudi Batu Lanteh terjalin. Hingga tidak sedikit mereka berjodoh di atas tikungan tersebut. “Jadi dinamakan tikung­an cinta juga ada maknanya, banyak cerita cinta berasal dari tikungan ini,” lanjut dia.

Selain itu, kata Supriadi, dirinya kini sudah bisa memasarkan produk-produknya dengan cara 100% digital dengan katalog digital maupun pemasaran dengan media sosial. Sehingga, dia bisa menjangkau target pasar yang lebih luas.

Seperti diberitakan sebelumnya, BAKTI Kominfo menargetkan membangun menara base transceiver station (BTS) di 7.904 desa di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) hingga 2022. Program ini merupakan bukti komitmen pemerintah agar seluruh masyarakat dapat beradaptasi dengan transformasi digital.

Program ini juga bisa membantu para pelaku UMKM yang berada di wilayah 3T agar dapat memanfaatkan teknologi untuk mendorong Indonesia menjadi lebih maju.

Di Batu Lanteh, fasilitas yang dibangun dari BAKTI Kominfo meliputi koneksi internet di kantor kecamatan dan 5 kantor desa. Antara lain Desa Batudulang, Desa Tepal, Desa Batu Rontok, Desa Tangkam Pulit, dan Desa Bao.

Tidak hanya itu, di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan fasilitas pendidikan pun sudah terkoneksi dengan internet. Sehingga pelayanan pada masyarakat bisa berjalan dengan lebih mudah.

“Adanya kodeksi internet di Batu Lanteh amat membantu masyarakat di wilayah setempat. Tidak hanya membantu selama pandemi (covid-19) berlangsung, namun perekonomian warga pun perlahan terangkat,” kata dia. (Gan/S2-25)

BERITA TERKAIT