24 December 2021, 15:40 WIB

UTA’45 Jakarta Sumbang Alat Press Kaleng bagi Pengepul di Desa Cipeucang, Bogor


Dede Susianti | Humaniora

dok.humas
 dok.humas
Pengepul barang bekas tengah memerhatikan proses pengepakan kaleng-kaleng bekas dengan alat bantuan UTA-45, di Desa Cipeucang, Kec. Cil 

SEBAGAI bagian dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan lintas disiplin ilmu yaitu Fakultas Teknik  , Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Sosial dan Ilmu Politik beserta mahasiswa. Tim yang terlibat adalah Ajeng  Wijayanti dari FEB, Andi Sadiah dari FT, Delia Kusuma FISIP dan beberapa mahasiswa.

Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang juga merupakan salah satu wilayah binaan UTA’45 Jakarta. Sasaran kegiatan adalah Kelompok Pengepul Barang Bekas di Cipeucang.

Ketua Lembaga Kepada Masyarakat (LPPM) UTA '45 Jakarta, Sri Endah Susilowati berharap program ini bisa membantu masyarakat sekitar Desa Cipeucang dan dapat menambah pendapatan dan wawasan dalam hal teknologi.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pengepul karena dengan alat ini proses pengepakan yang lebih efisien dan dapat menjaga keselamatan dan keamanan pengepul pada saat bekerja untuk pengepakan terutama kaleng bekas yang lebih berbahaya kalau menggunakan martil dan kaki yang selama ini dilakukan masyarakat pengepul sampah bekas," kata Sri Endah, Jumat (24/12).

Endah menambahkan kegiatan ini diharapkan juga semakin merekatkan civitas akademika Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dengan berbagai kelompok masyarakat dan juga semakin bisa memahami kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini tentu juga membuat mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan dalam menggunakan alat press botol plastik dan kaleng sehingga bisa lebih mengefisienkan waktu dan tempat agar lebih ringkas dibawa ke produsen. Interaksi seperti ini tentu akan berguna sehingga ketika nanti sudah lulus, para mahasiswa dapat mengimplementasikannya di kehidupan nyata," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim pengabdian Kepada Masyarakat, Didit Sumardiyanto, berharap dengan alat press untuk kaleng bekas ini dapat bermanfaat kepada masyakat dan dapat meningkatkan produktifitas masyarakat dalam hal pengepakan kaleng bekas dan plastik bekas kemasan minuman.

“Semoga alat yang kami berikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dirawat dengan baik. Karena alat ini bisa meningkatkan produktifitas terutama dalam hal pengepakan kaleng dan plastik bekas minuman," tandas pria yang berlatar belakang Teknik Mesin tersebut.

Para mahasiswa dilibatkan mulai dari survey, proses pembuatan alat alat press kaleng, pengangkutan ke tempat masyarakat pengepulan sampah sampai uji coba alat pressnya . Penyerahan alat press ini dilakukan oleh ketua LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dengan ketua kelompok masyarakat pengepul  barang bekas di wilayah Cipeucang. (OL-13)

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Fokus Kembangkan Vaksin Covid-19 Karya Anak Bangsa

BERITA TERKAIT