23 December 2021, 20:44 WIB

Kepala BNPB: Kasus Omikron Bertambah Warga Jangan Panik


Dede Susianti | Humaniora

Antara/Jessica Helena Wuysang.
 Antara/Jessica Helena Wuysang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen Suharyanto.

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memgatakan saat ini jumlah yang terkonfirmasi positif covid-19 varian baru omikron di Indonesia bertambah.

"Sekarang sudah masuk varian omikron dan yang terkonfirmasi positif bertambah. Dari 1,3, 5 sekarang jadi 8," kata Suharyanto saat menyapa peserta vaksinasi secara virtual di lokasi acara Gebyar Vaksinasi Persisi di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/12).

Kendati demikian, Suharyanto meminta warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. "Jangan panik, semangat, tetap waspada. Untuk warga yang baru kembali dari luar negeri yang sudah karantina di pusat atau di hotel 14 hari untuk tetap mewaspadai," katanya.

Ia hadir bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letnan Jenderal Eko Margiyono. "Setelah di karantina 14 hari dan ternyata dites masih positif, jangan panik karena covid-19 masih terkendali," tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Eko Margiyono mengimbau masyarakat untuk tetap semangat. Pun demikian bagi para petugas dan tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi agar capaian target bisa lebih tinggi dan herd immunity juga bisa tercapai. "Tetap semanagat agar herd imunity masyarakat teTap tercapai."

Saat itu Kasum TNI menyapa warga peserta vaksinasi dan menerima laporan dari jajaran Polda Sumatra Barat (Sumbar) secara virtual. Kasum Eko mengatakan beberapa catatan dan saran terutama terkait data alamat domisili warga. Hal itu, lanjutnya, untuk menjaring atau mencari sisa penduduk yang belum divaksinasi. "Besar harapan untuk di Sumbar bisa tercapai sesuai target."

Dia menerima laporan bahwa pelaksanaan vaksinasi terkendala kesulitan faktor cuaca. Ada beberapa daerah yang bencana longsor. 

Baca juga: Rumah Sakit Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 dan Non-Covid-19

"Kesulitan lain masalah perantau. Sumbar terkenal bangsa perantau terbesar," kata pihak Polda Sumbar.

Untuk vaksinator dan dosis vaksin dilaporkan masih aman dan mencukupi. Tenaga kesehatan pun memadai. (OL-14)

BERITA TERKAIT