23 December 2021, 08:26 WIB

In-Lite Donasikan 50 Lampu Sorot Panel Surya untuk Korban Semeru


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok Kophi
 Dok Kophi
Donasi 50 lampu sorot panel surya untuk korban Semeru.

In-Lite LED bekerja sama dengan Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KOPHI) dan PWI Jaya Sie Musi Film dan Lifestyle serta IMTA mendonasikan lampu sorot panel surya sebagai bentuk kepedulian nyata in-Lite bagi para korban bencana letusan Gunung Semeru.

Penyerahan 50 lampu sorot panel surya ini dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan akan langsung didistribusikan ke tiga posko pengungsian korban bencana di sekitar lokasi bencana.

Dadang Iqwandy, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Jawa Timur, mengatakan, selama ini memang Jawa Timur telah mengalami banyak bencana alam, mulai dari Puting Beliung di Madiun, gempa di Jember, dan pada 19 Desember 2021 lalu dan terjadi erupsi yang kedua kali di Semeru.

“Data terakhir menunjukkan bahwa sekarang sudah terdapat lebih dari 10.400 pengungsi yang tersebar di 409 titik lokasi dan telah terdata kerusakan terjadi di lebih dari 1000 rumah warga. Saat ini, lampu menjadi kebutuhan yang paling penting di lapangan. Sesuai dengan tagar kami #NanggulanganBencanaUrusanBersama, kami berharap bahwa penanggulangan bencana ini bisa terjadi dengan sinergi yang aktif dari pemerintah bersama dengan wartawan, media, dan pihak swasta untuk proses pemulihan yang lebih cepat bagi masyarakat terdampak bencana,” kata Dadang kepada awak media di Posko Jurnalis Bergerak, Surabaya, Selasa (21/12).

Yudith Nurwulan, PR and Business Development Manager in-Lite mengungkapkan, adanya kerusakan infrastruktur menyebabkan kesulitan bagi para sukarelawan serta korban dalam menjalankan aktivitasnya kembali pascabencana.

“in-Lite peduli dan memahami kesulitan serta kebutuhan dari para korban bencana Semeru. Oleh karena itu, in-Lite menunjukkan kepeduliannya melalui donasi lima puluh lampu sorot panel surya. Lampu yang mengandalkan tenaga surya sebagai sumber daya ini dapat langsung digunakan tanpa memerlukam aliran listrik untuk memudahkan para korban serta sukarelawan mendapatkan penerangan yang memadai sesuai dengan kebutuhan saat ini,” jelas Yudith di lokasi yang sama. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT