22 December 2021, 11:53 WIB

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Wilayah Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
 ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Ilustrasi terjangan ombak di tepi Pantai Teluk Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/12).

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 22 - 23 Desember 2021.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat - Utara dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Selatan - Barat dengan kecepatan angin berkisar 4 - 30 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, perairan Wakatobi, perairan P. Buru - Ambon, Laut Seram, perairan Halmahera, dan perairan Papua barat," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangannya, Rabu (22/12)

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara dan selatan Flores, Samudra Hindia Selatan Banten - NTT.

Laut Natuna utara, perairan utara Kep. Anambas - Kepulauan Natuna, perairan Kep. Selayar, Teluk Bone, Laut Flores bagian barat, perairan Baubau, perairan Manui - Kendari, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, perairan Bitung, perairan Kepulauan Sitaro, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sula - Kepulauan Banggai, Laut Seram, perairan Halmahera, Laut Halmahera, perairan Sorong, perairan Fakfak - Kaimana, perairan Amamapere - Agats, perairan Jayapura - Sarmi, Teluk Cendrawasih, perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua.

"Glombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Wakatobi, Laut Flores bagian timur, Laut Banda, perairan P. Ambon - P. Buru - P. Seram, perairan Manokwari, perairan Biak," sebutnya

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter).

Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT