20 December 2021, 19:21 WIB

AMA Diminta Bantu Siapkan SDM Indonesia Menyambut Bonus Demografi 


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok. AMA
 Dok. AMA
Menpan-RB Tjahjo Kumolo saat menghadiri pelantikan pengurus AMA 2021-2025

MENTERI Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo meminta Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) memainkan peran sentral sebagai agent of change dan katalisator yang dapat membawa Indonesia dan bonus demografinya menuju era keemasan. 

"AMA diharapkan bisa berdampingan dengan Pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah dalam melakukan percepatan transformasi pembangunan SDM (sumber daya manusia) Indonesia,” jelas Tjahjo yang juga Ketua Dewan Pembina AMA saat pengukuhan Alex Denni sebagai ketua AMA 2021-2025. 

Menurut Tjahjo, pembangunan SDM adalah salah satu prioritas utama yang sudah ditetapkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam 5 tahun ke depan guna menyiapkan Indonesia menjadi negara maju yang kompetitif secara global dan siap menjalani era dunia digital.  

“Saya berharap AMA dapat menjadi referensi seluruh organisasi dan manajemen Pemerintah dan Swasta di Indonesia khususnya dalam hal transformasi digital, dan oleh karena hal tersebut AMA harus segera juga menjadi organisasi berbasis digital yang kekinian dan solid,” kata Tjahjo. 

Didirikan pada tahun 1989, AMA adalah salah satu asosiasi manajemen terbesar di Indonesia yang telah berusia 3 dekade lebih dan saat ini memiliki 16 cabang: DKI Jakarta, Bandung, Medan, Bali, Batam, Denpasar, Jember, Lampung, Makasar, Malang, Padang, Palembang, Surabaya, DI Yogyakarta, Solo dan Tangerang Raya. AMA menghimpun lebih dari 1.500 anggota, termasuk praktisi manajemen dari sektor pemerintahan, swasta maupun akademisi.  

Baca juga : Mudik tak Dilarang Saat Nataru, Vaksinasi Lengkap Jadi Syarat Perjalanan Jauh 

Ketua Umum BPP AMA 2021-2025 Alex Denni dikenal sebagai profesional di bidang pembangunan sumber daya manusia yang sekarang menjabat sebagai Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB.  

Sebelumnya Alex pernah menjabat sebagai Deputi SDM, Teknologi & Informasi Kementerian BUMN, dan pernah pula berkarir di beberapa BUMN dan perusahaan swasta papan atas seperti Bank Mandiri, Dharma Satya Nusantara Group, Dunamis–FranklinCovey, Bank BNI 46, dan Jasamarga. Alex meluncurkan buku “Learning 5.1: Duluan Tiba di Masa Depan” pada 2019.  

Alex Denni mengatakan, dirinya bersama AMA berniat mengembangkan profesionalisme masyarakat manajemen Indonesia melalui peningkatan kompetensi manajemen dan kewirausahaan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang siap menjalani era dunia digital.  

“AMA akan bertransformasi menjadi Digital Based Social Learning Community, sehingga akan lebih menarik bagi Millennials untuk mau bergabung dan berkolaborasi, serta berharap bisa menjadi salah satu mitra penting bagi Pemerintah, BUMN maupun Swasta dalam peningkatan SDM di Indonesia,” jelas dia.  

Beberapa saat setelah pelantikan kepengurusan, Alex Denni langsung menandatangani lima nota kesepahaman sekaligus, yaitu antara AMA dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI), BNI Corpu, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Sekolah Tinggi Manajemen IPMI dan WLB (work life & beyond) sebuat start-up yang bergerak di bidang penyedia platform digital ekosistem SDM.(RO/OL-7)

BERITA TERKAIT