20 December 2021, 12:30 WIB

Komitmen Berkelanjutan UGM: 72 Tahun Berbakti dan Mengabdi untuk Bangsa


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK UGM
 DOK UGM
  

TAHUN ini, tepatnya 19 Desember 2021, UGM genap berusia 72 tahun. Dalam perjalanannya berbagai capaian dan prestasi telah dihasilkan oleh sivitas UGM, baik dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan bahkan alumni. Di masa pandemi Covid-19 sivitas UGM terus melakukan terobosan maupun inovasi.

Selama masa pandemi tahun 2021 ini beberapa inovasi yang dihasilkan telah memasuki tahap komersial melengkapi inovasi tahun tahun sebelumnya. Antara lain: Sambungan Las Beton, Ventilator Venindo R03, alat deteksi dini stunting Gama Kid, Imboost Flu Pilek herbal, Susu Fermentasi Forty Milk, Teh Fermentasi Probiotea dan Inokulan ragi tempe untuk menghasilkan tempe dengan kandungan asam folat yang tinggi.

Produk inovasi alat kesehatan untuk deteksi cepat Covid-19 berupa hidung elektronik GeNose C19 berbasis kecerdasan buatan telah memperoleh izin edar sejak Desember 2020 dan telah diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia pada awal tahun 2021. Dalam perkembangannya, produk GeNose C19 terus  disempurnakan baik dari segi teknologi maupun kepintaran buatannya. Diharapkan ke depan produk ini juga dapat diaplikasikan untuk deteksi jenis penyakit lain bahkan dimungkinkan untuk aplikasi di bidang pertanian maupun teknologi lainnya.

GeNose adalah salah satu contoh keberhasilan hilirisasi produk alkes, hasil kerja sama UGM dengan para mitra di sektor industri dan pemerintah. Meskipun demikian, kebijakan afirmatif masih diperlukan agar penggunaannya dalam masyarakat bisa lebih diperluas.

Di bidang farmasi, untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat, UGM bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI dan PT Kimia Farma melakukan penelitian dan produksi p-aminofenol (PAF), dan parasetamol dengan metode enzimatik. Hasil kerja keras dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di UGM telah diakui banyak pihak yang kredibel dan bereputasi tinggi melalui lembaga pemeringkatan. QS World University Ranking menempatkan UGM pada peringkat 254 besar dunia pada pemeringkatan untuk tahun 2022. Peringkat tersebut sama dengan tahun 2021, dan masih menjadi yang terbaik di Indonesia.

UGM juga sukses mempertahankan gelar Juara Umum di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 25-29 Oktober 2021. Prestasi tersebut menjadikan UGM sebagai juara bertahan PIMNAS selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2018 lalu.

Capaian di luar bidang akademik juga membanggakan. Tahun ini UGM berhasil mendapatkan kembali predikat sebagai Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia.

Capaian tersebut merupakan prestasi selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2019-2021. Majalah Kabar UGM mendapatkan Gold Winner the best of University in house magazine selama 2 tahun berturut-turut dari Serikat Perusahaan Pers Indonesia.

Melalui perbaikan komunikasi publik yang terus menerus dilakukan, Website UGM mendapatkan Gold Winner, dan Profil Video UGM mendapatkan Bronze Winner.
Sebagai pelopor perguruan tinggi nasional, UGM harus menjadi institusi yang memimpin, terdepan, dan berinisiatif untuk memberikan dampak positif pada masyarakat luas. Berkelas dunia memiliki makna bereputasi global karena karyanya mendunia, dapat dirasakan dan menjadi berkah untuk umat manusia. Unggul mencerminkan kompetensi yang tinggi dan kompetitif. Inovatif dijabarkan sebagai nilai yang ditandai dengan kejelian melihat peluang, cepat merespon dengan karya dan tindakan yang tepat. Mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan ditandai dengan karya-karya dan kinerja yang diarahkan untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

Selain dari sisi akademis, UGM juga memberikan perhatian terhadap kualitas lulusannya. Lulusan yang tidak hanya unggul, menguasai IPTEK, namun juga utuh dari sisi kesehatan fisik, mental dan juga karakternya. Oleh karena itu, tahun ini UGM mengangkat tema Dies Natalis ke-72 'Me­ngawal Indonesia Sehat, Mengukuhkan Jati Diri Universitas Gadjah Mada'.

UGM berkomitmen mewujudkan kampus sehat bagi seluruh warga UGM melalui program Health Promoting University (HPU) yang telah diluncurkan sejak tahun 2019 silam. HPU  merupakan sebuah pendekatan untuk menciptakan lingkungan belajar dan budaya organisasional untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh sivitas kampus, serta mendorong sivitas kampus untuk mengoptimalkan potensinya.

HPU UGM memiliki tujuh kegiatan utama, yaitu literasi kesehatan, aktivitas fisik, pola makan sehat, kesehatan mental, toleransi nol untuk narkoba, tembakau dan alkohol, toleransi nol untuk kekerasan, perundungan, dan pelecehan, serta pembentukan lingkungan hidup sehat, aman dan ramah terhadap orang disabilitas.

Pada pembukaan Dies Natalis ke-72 UGM di akhir Oktober lalu, Rektor UGM juga berkesempatan mengukuhkan 20 mahasiswa sebagai Duta Health Promoting University (HPU) serta 20 orang Mental Health First Aider.  Duta HPU ini berperan untuk ikut mempromosikan perilaku hidup sehat dan menjadikan kampus sebagai lingkungan yang sehat, sementara Mental Health First Aider diharapkan dapat membantu mahasiswa UGM yang memerlukan dukungan dalam kehidupan perkuliahan.

“Merekalah yang akan menerima keluhan jika ada dari mahasiswa yang mengalami hal-hal kurang menyenangkan atau mengalami kesulitan belajar, teman berbicara pertama adalah adik-adik mahasiswa ini. Harapannya bisa membantu mencari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa UGM,” ucap Rektor UGM.

Selaras dengan hal tersebut, UGM telah menerapkan Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual Oleh Masyarakat UGM.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-72 UGM, Drs.
Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., menegaskan tema 'Mengawal Indonesia Sehat, Mengukuhkan Jati Diri Universitas Gadjah Mada' merupakan komitmen untuk menghasilkan inovasi dalam merespons pandemi Covid-19 dan mengawal usaha-usaha mewujudkan Indonesia Sehat.

Tema ini sangat relevan, selain karena Indonesia masih menghadapi pandemi, kontribusi UGM dalam dalam berbagai permasalahan bangsa baik melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat masih berpeluang untuk terus diperkuat.

Mengawal Indonesia Sehat, Mengukuhkan Jati Diri UGM Memasuki Era Kenormalan Berikutnya

Indonesia masih menghadapi situasi pandemi COVID-19. Dalam konteks ini, UGM terus mengupayakan titik keseimbangan agar pelayanan tetap dapat berjalan baik dengan menjamin perlindungan atas risiko penularan Covid-19 pada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UGM bahkan masyarakat luas.

Penerapan persentase pegawai Work from Home (WfH) dalam sistem kerja masih dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran COVID-19. UGM juga mendorong pelaksanaan pelayanan kepada para pemangku kepentingan agar tetap berjalan lancar secara daring (low contact services) yang dilanjutkan blended method dengan protokol kesehatan pelayanan luring yang ketat.

UGM juga tetap menjalankan program pengembangan kompetensi bagi pegawai dengan metode daring. Dalam hal kompensasi untuk pegawai, UGM tetap memberikan hak pegawai secara penuh, selain itu insentif khusus terkait pembiayaan kebutuhan data internet selama WfH masih diberikan.

Di usianya yang ke-72, UGM berupaya untuk membangun sinergi internal dan eksternal, bekerja bersama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan pendidikan yang unggul bagi mahasiswanya, dan melanjutkan dharma penelitian dan pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta kemajuan dan kedaulatan negara Indonesia. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT