19 December 2021, 07:25 WIB

Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Utama Industri Halal Dunia


Ardi Teristi | Humaniora

Antara/FB Anggoro
 Antara/FB Anggoro
Logo sertifikasi halal MUI.

Direktur Eksekutif Center for Sharia Finance & Digital Economy (Shafiec) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Brian Edityanto menyebut, potensi industri halal dalam negeri sangat besar dan akan terus meningkat di masa mendatang. Indonesia dengan populasi penduduk muslim terbanyak berpotensi menjadi pemain utama industri halal skala dunia, tidak sekadar menjadi konsumen.

Besarnya potensi itu didasari atas 24 persen dari populasi global adalah muslim dan terus tumbuh, termasuk di generasi mudanya. Di saat bersamaan, tren belanja produk halal dan etis juga terus meningkat. "Ini merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan industri halal
nasional," papar dia, lewat siaran pers.

Mengutip The State of Global Islamic Economic Report (SGIER) 2020/2021, tingkat pertumbuhan belanja muslim di dunia tumbuh 3,2 persen dengan nilai US$ 2,02 miliar. Ranking Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan syariah pun naik ke peringkat keempat dari sebelumnya di urutan lima.

Sektor fesyen Islami dan ekspor makanan halal pun berada di peringkat atas yakni ketiga dan keempat. Tingginya dua sektor itu tak lepas strategi industri di dua sektor itu yang membidik generasi muda Islam Indonesia sebagai pasar industri halal.

Untuk mengenalkan potensi besar itu, ia menjelaskan, Shafiec UNU Yogyakarta dan Bank Syariah Indonesia pun menggelar Duta Halal Lifestyle (DUHA) 2021 yang berlangsung secara daring sejak November 2021 hingga Maret 2022 mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak ribuan mahasiswa sebagai agen gaya hidup halal dan keuangan syariah di masyarakat. "Diharapkan, para mahasiswa tersebut dapat ikut mensosialisasikan gaya hidup dan keuangan syariah serta mendukung pengembangan industri halal di Indonesia," ungkap Brian.

Kegiatan ini menarik minat 1.577 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke dan telah terpilih 200 mahasiswa. Para mahasiswa terpilih tersebut telah mengikuti kelas Virtual Bootcamp yang mempertemukan para mahasiswa dengan para praktisi di bidang komunikasi gaya hidup halal dan keuangan syariah. "Ke depan, para mahasiswa terbaik tersebut akan diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan kampanye nasional gaya hidup halal dan keuangan syariah," kata Brian.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta Purwo Santoso berharap, gaya hidup Islam memberi pengaruh baik dan viral tidak hanya di tataran citra. "Kampanye halal lifestyle diharapkan tidak hanya menghasilkan tayangan-tayangan viral yang memberikan pengaruh baik, tetapi juga mewujudkan gaya hidup Islami," kata dia.

Gaya hidup Islami yang dimaksud, kata dia, bukan hanya sekadar citra, melainkan juga dengan komitmen etik yang dapat diinternalisasi sebagai kebutuhan hidup sehari hari.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Kementerian Agama pun mendukung penuh agenda tersebut. "Saya yakin DUHA akan mampu mencetak mahasiswa sebagai penggerak gaya hidup halal dan keuangan syariah," tutup dia. (OL-12)

BERITA TERKAIT