17 December 2021, 17:00 WIB

Mengenal Vitamin D3, Fungsi dan Manfaat


Muhammad Bintang Rizky | Humaniora

MI/Ramdani.
 MI/Ramdani.
Warga berjemur di kawasan Petamburan, Jakarta.

MANFAAT utama vitamin D3 yaitu membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Asupan vitamin D3 dari makanan atau suplemen baik dikonsumsi oleh orang-orang yang tidak mendapat cukup asupan vitamin D, baik dari sinar matahari maupun dari makanan.

Contohnya, pada penderita lupus, orang yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, atau menderita gangguan pencernaan yang membuat vitamin D sulit diserap oleh tubuh. Dilansir dari Alodokter.com, vitamin D baik dalam bentuk vitamin D2 maupun vitamin D3 juga dapat digunakan sebagai pengobatan dan pencegahan terhadap beberapa penyakit, antara lain:

1. Mengobati dan mencegah rakitis dan osteomalacia

Vitamin D3 dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit rakitis dan osteomalacia. Kedua kondisi ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfor.

Rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak-anak. Sedangkan osteomalacia adalah kelainan pada tulang yang membuat tulang menjadi lunak dan mudah patah.

2. Mencegah osteoporosis

Berbagai penelitian menunjukan bahwa asupan vitamin D3 yang tercukupi dapat membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos serta meningkatkan kepadatan tulang pada orang yang telah lanjut usia. Vitamin D3 juga disebut dapat mengurangi risiko patah tulang pada lansia.

3. Mencegah perburukan gangguan ginjal

Penyakit ginjal tertentu, seperti gagal ginjal kronis, dapat membuat fungsi ginjal dalam menghasilkan vitamin D menjadi terganggu. Akibatnya, banyak pasien gagal ginjal yang mengalami kekurangan vitamin D.
Untuk menambah asupan vitamin D di tubuhnya, para penderita gangguan ginjal disarankan mencukupi vitamin D3 dari makanan atau suplemen.

Selain itu, beberapa studi juga menunjukkan bahwa penggunaan suplemen vitamin D3 terlihat dapat mencegah perburukan kondisi gagal ginjal dan memperbaiki kondisi penderita gagal ginjal. Suplemen vitamin D3 juga terlihat efektif dalam mengurangi risiko terjadinya komplikasi pada penyakit nefropati diabetik.

4. Mengobati gangguan kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah kelenjar yang berfungsi untuk mengatur kadar kalsium di tubuh dengan cara menghasilkan hormon paratiroid. Ketika hormon ini dihasilkan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak vitamin D secara alami untuk menyerap kalsium lebih banyak.

Jika fungsi kelenjar paratiroid terganggu, misalnya pada penyakit hipoparatiroidisme, jumlah vitamin D dan kalsium di dalam tubuh akan berkurang. Oleh karena itu, suplemen vitamin D3 sering kali diperlukan untuk mengobati gangguan pada kelenjar paratiroid tersebut.

Meski berperan penting bagi kesehatan, asupan vitamin D harian tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan. Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementrian Kesehatan, kebutuhan harian vitamin D untuk wanita maupun pria dewasa adalah 15 mikrogram atau setara dengan 600 IU. Sedangkan lansia disarankan untuk mencukupi vitamin D harian sebanyak 20 mikrogram atau setara dengan 800 IU.

Perbedaan vitamin D dan D3

Vitamin D2 dan D3 memiliki efektivitas berbeda dalam meningkatkan kadar vitamin D pada tubuh. Memang, keduanya efektif diserap dalam darah, tetapi proses metabolisme hati pada dua jenis vitamin D berbeda. Sebagian besar riset menyebut, D3 lebih efektif daripada D2 dalam meningkatkan kadar kalsifikasi dalam darah. (OL-14)

BERITA TERKAIT