16 December 2021, 21:15 WIB

Seekor Harimau Sumatera Tertangkap di Padanglawas


Yoseph Pencawan | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Harimau sumatera

UPAYA penanganan konflik warga dengan harimau di Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara akhirnya menemukan titik terang. Kamis (16/2) seekor harimau Sumatera tertangkap setelah terperangkap kandang jebak yang dipasang.

Plt. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Irzal Azhar mengatakan, setelah satu bulan lebih, penanganan konflik warga Kabupaten Padanglawas (Palas) dengan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), akhirnya menemukan titik terang.

"Titik terang sudah didapat dengan masuknya satu individu Harimau Sumatera ke dalam perangkap jebak yang dipasang di Desa Siundol Julu, Kecamatan Sosopan," ungkapnya, Kamis (16/12).

Upaya penanganan konflik ini dimulai sejak awal November 2021. Saat tim gabungan melakukan terhadap pencarian dua Harimau Sumatera yang diduga berada di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Palas.

Upaya penanganan kembali dilakukan pada akhir November dengan memasang kandang jebak di Desa Huta Bargot Desa Pagaranbira Jae. Namun penanganan konflik baru menunjukkan titik terang setelah pada Senin (13/12) dua ekor anjing peliharaan warga Desa Siundol Julu.

Kedua anjing tersebut diduga menjadi korban harimau Sumatera karena di sekitar lokasi anjing mati di temukan jejak harimau. Petugas BBKSDA Sumut kemudian memasang kandang jebak di Desa Siundol Julu.

Pada Selasa (14/12), ternak ayam milik warga Desa Siundol Julu dimangsa. Kejadian ini pun diduga dilakukan Harimau Sumatera karena di sekitar lokasi jugs ditemukan jejak-jejak harimau.

Selanjutnya tim BBKSDA melakukan penyisiran dengan mengecek kandang jebak serta rekaman CT yang terpasang. Saat itu si raja hutan tidak tampak terekam di CT maupun di kandang jebak.

Kamis (16/12), sekitar pukul 12.15 WIB, petugas mengecek tiga lokasi pemasangan kandang jebak. Hasilnya, pada kandang jebak ketiga yang dipasang di Desa Siundol Julu, terdapat satu individu Harimau Sumatera. Selanjutnya tim mengevakuasi harimau tersebut ke Sanctuary Harimau Sumatera Barumun di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Batang Onang, Palas.

Setelah mengevakuasi, selanjutnya BBKSDA melakukan pemeriksaan kesehatan, perawatan serta proses rehabilitasi lain. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan kondisi Harimau Sumatera itu sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT