15 December 2021, 13:33 WIB

Teken MoU, Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Bidang Pendidikan


Faustinus Nua | Humaniora

OLIVIER DOULIERY / POOL / AFP
 OLIVIER DOULIERY / POOL / AFP
Menlu AS Antony J. Blinken saat mengunjungi Indonesia.

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony J. Blinken, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Indonesia-AS di bidang pendidikan.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta (14/12).

Penandatanganan MoU Indonesia-AS di bidang pendidikan dilakukan di sela-sela kunjungan Menlu AS ke Indonesia pada 13-14 Desember 2021.

MoU tersebut akan menjadi payung besar kemitraan kedua negara serta diharapkan dapat memperkuat kerja sama pendidikan yang sedang berjalan.

Adapun penjajakan kerja sama dan penyusunan MoU di bidang pendidikan itu sendiri telah berlangsung sejak tahun 2019.

Nadiem menyambut baik peningkatan dan penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan AS yang telah berlangsung lama.

Kolaborasi kedua negara melalui penguatan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung suksesnya program Merdeka Belajar.

“Mengejar kemajuan butuh kolaborasi semua pihak. Akselerasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka akan lebih cepat dengan bergerak bersama,," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/12).

Nadiem mengungkapkan harapannya agar MoU RI-AS di bidang pendidikan dapat menjadi dasar kerja sama ke depan serta memayungi berbagai kerja sama yang tengah berjalan.

“Lingkup kerja sama ini berpotensi dalam mendukung program Merdeka Belajar, seperti Kampus Merdeka, berbagai kerja sama university to university, program beasiswa, kerja sama riset, pertukaran dan peningkatan kapasitas peserta didik, guru, dosen, dan tenaga kependidikan, pengembangan bahan pembelajaran dan asesmen pendidikan, promosi pengajaran bahasa, serta peningkatan hubungan antar institusi pendidikan, termasuk vokasi,” ujarnya.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Indonesia dan AS sepakat memperkuat kerja sama dalam bentuk pertukaran staf akademik, dosen, pelajar dan guru.

Kemudian Fasilitasi beasiswa gelar dan non-gelar, peningkatan program-program pengajaran bahasa, mendukung pengembangan profesional yang sudah berlangsung, termasuk kesempatan-kesempatan pelatihan bagi guru dan staf pendidikan.

Ada juga memfasilitasi hubungan individu antar sekolah, lembaga pendidikan kejuruan, lembaga pelatihan guru, termasuk pengaturan belajar di luar negeri dan kemitraan sekolah.

Kedua negara mendukung pengembangan manajemen dan kepemimpinan institusi pendidikan, pertukaran informasi, publikasi ilmiah, dan pakar serta pengembangan materi kurikulum, penilaian pendidikan, program, dan publikasi bersama.

Menlu RI, Retno Marsudi, menyampaikan dukungannya atas kerja sama Indonesia dengan AS di bidang pendidikan.

“Kita berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama konkret yang saling menguntungkan dan saling menghormati. Dengan banyaknya shared values yang dimiliki oleh kedua negara, diyakini kerja sama konkret kemitraan strategis akan terus menguat. Kita juga melakukan diskusi mengenai penguatan kerja sama pada pendidikan vokasi,” kata dia.

Sejarah kerja sama Pendidikan RI-AS diawali dengan penandatanganan America--Indonesia Educational and Cultural Agreement between the Government of the United States of America and the Government of the Republic of Indonesia pada 15 Juli 1992 oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Ali Alatas, dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia, John C. Monjo.(van/OL-09)

BERITA TERKAIT