14 December 2021, 08:01 WIB

Dikti-Ristek: Penelitian dan Pengabdian di PT Bukan untuk Naik Jabatan


Faustinus Nua | Humaniora

MI/Haryanto Mega
 MI/Haryanto Mega
Tim riset pengembangan kendaraan listrik Autonom ITTS saat uji coba mesin truk listrik di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/9/2021). 

PLT. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dikti-Ristek) Nizam menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi (PT). Lantas peneltian dan pengabdian menjadi bagian integral PT yang harus menghasilkan produk atau solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat.

"Karena dosen melakukan peneltian bukan hanya untuk dosen di lab tapi menyiapkan mahasiswa untuk bisa bernalar kritis, evidence secara ilmiah bisa dipertanggung jawabkan dan berguna bagi masyarakat," ujarnya dalam acara Launching Panduan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2022, Senin (13/12).

Nizam meminta agar dalam penelitian dan pengabdian, para dosen bisa melibatkan mahasiswa sebanyak mungkin. Banyak program Kampus Merdeka yang bisa disinergikan dengan penelitian dan pengabdian untuk mencapai target-taget pembangunan nasional.

Baca juga: Amankah Berkumpul dengan Keluarga Tapi belum Divaksin Covid-19?

Selain itu, saat ini seluruh infrastruktur riset pun sudah dibuka untuk dimanfaatkan bersama oleh semua peneliti. Sehingga kolaborasi dunia pendidikan, lembaga riset dan industri bisa diperkuat dan menghasilkan produk nyata bagi masyarakat.

"Infrastruktur riset yanh ada itu seluruh pusat-pusat riset itu terbuka bagi seluruh peneliti untuk memanfaat seluruh fasilitas.

Karenanya perlu selaku kita dorong kolaborasi dengan lembaga riset di luar perguruan tinggi dan dunia industri," terangnya.

Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Wikan Sakarinto juga menekankan pentingnya aksi nyata dan produk nyata sebagai output riset. Banyak permasalahan di tengah masyarakat yang membutuhkan riset sebagai solusinya.

"Jadi periset itu misalnya meriset mengapa Indonesia dengan luas wilayah tapi jumlah pengunjung wisata malah setara dengan Taiwan. Jadi bukan hanya masalah kenaikan jabatan tapi memberi solusi, daya ungkit," tegasnya.

Menurutnya, riset vokasi pada ujungnya menghasilkan produk. Meski demikian tidak menutup kemungkinan untuk riset yang menghasilkan invensi atau penemuan baru.

"Riset vokasi untuk dasar dan terapan ujungnya menghasilkan analisa pasar dan prototype," kata Wikan.

Dia berharap dunia riset Indonesia terus berkembang seiring dengan keberpihakan pemerintah pada sektor tersebut. Kerja sama dan kolaborasi dengan industri menjadi penting untuk mencapai visi green economy, blue economy dan digital economy.

BERITA TERKAIT