13 December 2021, 14:19 WIB

BNPB: Bencana Alam pada November 2021 Tercatat 424 Kejadian


 M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
 ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto (kedua kiri) saat mengunjungi lokasi pengungsian di Kelurahan Kapuas Kiri Hulu (KKH) di Sintang, Kalbar. 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per November 2021 telah terjadi 424 kejadian bencana alam yang menewaskan 35 orang.

Kepala BNPB Mayor Jenderal TNI Suharyanto mengatakan secara kumulatif lebih dari 672.736 orang menderita dan mengungsi serta mengakibatkan 1.124 unit rumah mengalami kerusakan.

"Kejadian bencana didominasi oleh bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem atau angin kencang merupakan kejadian bencana yang dominan terjadi di bulan November 2021," kata Suharyanto dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/12).

Korban meninggal disebabkan oleh bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem sedangkan kerusakan rumah paling banyak disebabkan karena bencana banjir.

Suharyanto menyebutkan bahwa bila dibandingkan jumlah kejadian bencana pada bulan November 2020 dengan 2021 terjadi kenaikan kejadian bencana. Kenaikan sebesar 19,4% dari 355 bencana di November 2020.

Mayoritas bencana banjir, cuaca ekstrim, dan tanah longsor mayoritas tejadi di Jawa Barat dan Jawa Timur, sementara Karhutla terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Sementara per 12 Desember 2021 total bencana yang terjadi sebanyak 2.841 bencana yang terakhir merupakan bencana terakhir adalah erupsi Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur.

Pada tahun ini bencana alam didominasi oleh banjir sebanyak 1.192 kejadian, cuaca ekstrim 727 kejadian, dan tanah longsor 574 kejadian sementara sisainya ada gempa bumi, karhutla, kekeringan, dan erpusi gunung merapi 1 kali kejadian.

Selama 5 tahun terakhir telah terjadi 17.032 bencana alam yang didominasi karena cuaca ekstrim, banjir dan tanah longsor.

Cepat tanggap

Di kesempatan yang sama Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengapresiasi BNPB dan stakeholder terkait cepat tanggap dalam penanganan korban Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur.

"Komisi VIII DPR RI mengapresiasi tanggap darurat yang dilakukan oleh BNPB dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran baik dari pihak Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang sudah terurut harus melakukan pelayanan yang terbaik buat korban erupsi Gunung Semeru," ujarnya.

Terkait relokasi bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru komisi VIII DPR RI menyambut positif dan berharap pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya harus kompak menangani hal ini sebagai wujud hadirnya negara. (Iam/OL-09)

BERITA TERKAIT