08 December 2021, 21:20 WIB

Life Skill Anak Harus Ditumbuhkan Sejak Dini


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

Ilustrasi
 Ilustrasi
-

PERAN orang tua untuk menumbuhkan life skill pada anak terutama yang balita sangat penting untuk membantu anak memiliki rasa sosial dan empati yang tinggi.

Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang siswa untuk mau dan berani menghadapi permasalahan hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan. Kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.

Baca juga: WHO: Omicron Tidak Lebih Parah dari Varian Covid-19 Lainnya

Education Enthusiast & Trainer Aris Ananda mengatakan life skill merupakan skill basic yang dibutuhkan untuk pembelajaran dan mengarahkan pengalaman hidup yang memberi kemampuan individual dan kelompok untuk secara efektif menangani isu dan problem yang biasanya ada dalam hidup sehari-hari.

Seperti contoh melakukan kebiasaan antri, membuang sampah pada tempatnya, menolong sesama dan sebagainya.

"Untuk persoalan yang basic ini itu yang kita sebenarnya setiap ada persoalan dengan sampah yang berserakan, lalu budaya membuang sampah yang masih belum bisa diterapkan kembalinya masih jauh ke prasekolah dan itu ada di TK atau SD dan juga bahkan kelompok bermain," kata Aris dalam dialog Edutainment dan Story Telling Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dari Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) secara daring, Rabu (8/12).

Pengenalan life skill pada anak-anak sangat penting menumbuhkan rasa empati terhadap anak serta bisa menimbulkan jiwa sosialnya. Jika dalam psikologi buat anak-anak usia dini adalah mampu mengidentifikasi emosi.

"Jadi anak diajarkan untuk bisa mengenali bahwa ada emosi emosi marah ada emosi senang emosi sedih gitu," ucapnya.

Dalam berbagai kasus terlihat bahwa ketika anak tidak dikenalkan dan tidak mampu mengenali emosi-emosi ini maka anak tersebut bertumbuh menjadi orang yang bingung terhadap emosinya. Dan ujungnya akan sangat menghambat pertumbuhan atau tumbuh kembang anak.

Di kesempatan yang sama Storyteller Ryan Shahrezade mengatakan pembelajaran terkait life skill tentu tidak bisa dilihat langsung pada anak tapi lingkungan sekitar terutama orang tua bisa memunculkan rasa pada anak secara tidak sengaja untuk melakukan life skill yang diajarkan.

"Contohnya dengan mengajarkan pada anak untuk saling membantu jika ada teman yang terjatuh, ketika di sekolah anak mengalami situasi temannya jatuh maka secara tidak sadar anak tersebut bisa membantu temannya," ujarnya.

Sehingga perlu memancing rasa empati anak atau life skill anak agar anak bisa menjadi lebih baik dan tumbuh dengan life skill yang berguna untuk masyarakat. (OL-6)

BERITA TERKAIT