08 December 2021, 14:55 WIB

Kemendikbud-Ristek Ajak Siswa dan Mahasiswa Ikuti Gerakan Cegah Korupsi


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA/ Widodo S Jusuf
 ANTARA/ Widodo S Jusuf
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI: Sejumlah siswa TK dan SD mengikuti lomba mewarnai Kami Keluarga Anti Korupsi di Jakarta. 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud-Ristek meluncurkan program Rumah Cegah Korupsi. Program tersebut secara khusus menyertakan para siswa, mahasiswa, guru dan tenaga kependidikan terlibat dalam sebuah festival daring gerakan cegah korupsi.

Kepala Bagian Pengolahan Laporan Pengawasan (LPP) Itjen Kemendikbud-Ristek Acil Sunarto mengatakan bahwa tujuan awal dari kegiatan festival itu sebagai wadah agar insan pendidikan dapat terlibat aktif dalam gerakan pencegahan korupsi. Hal itu terwujud melalui diskusi interaktif atau karya kreatif. "Diharapkan insan yang ada di lingkungan Kemendikbud-Ristek dapat memahami dan menjadi motor  pengerak di masyarakat dalam penerapan nilai-nilai integritas sehari-hari," ujarnya, Rabu (8/12).

Menurut Acil, siswa dan mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia terlihat makin antusias mengikuti gerakan cegah korupsi. Dengan mengusung tema 'Berani Jujur Itu Keren' merupakan rangkaian memeringati Hari Antikorupsi sedunia (Hakordia).

Dijelaskannya, ada beberapa kegiatan kompetisi yang dilaksanakan secara daring dengan jumlah peserta 1.651 yang mengirimkan sebanyak 1.240 karya. Tercatat untuk kompetisi Kampanye Sosial diikuti 48 peserta dengan total karya 37, kompetisi Video Opini diikuti 393 peserta dengan total karya 279, kompetisi Video Animasi diikuti 139 peserta dengan total karya 87 dan kompetisi Desain Poster diikuti 1.071 peserta dengan total karya 837.

Festival Cegah Korupsi 2021 dilaksanakan selama dua bulan yang diawali tahapan pendaftaran peserta pada tanggal 5 Oktober 2021 dan berakhir pada tanggal 30 Nopember 2021. Rencananya pada hari Rabu petang tanggal 8 Desember 2021 dilaksanakan Penganugerahan Pemenang untuk memperebutkan uang pembinaan dengan total sebesar Rp100 juta.

"Kegiatan festival yang pada dasarnya sekadar instrumen untuk sosialisasi gerakan pencegahan korupsi di lingkup Kemendikbud-Ristek ini, ditahun-tahun mendatang bakal menjadi agenda tetap Itjen Kemendikbud-Ristek," jelasnya.

Hal itu lantaran target yang menjadi sasaran  sosialisasi para siswa, mahasiswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, pegawai dan pemangku kepentingan dunia pendidikan tidak kurang dari 67 juta individu. Sementara yang sudah tersentuh sosialisasi tahun ini baru mencapai 3.672.901 individu yang terekam melalui register on line masing-masing. Ada yang berasal dari kanal Facebook sebanyak 892 followers dengan reachment 1.395.798 orang, Istagram 3.220 followers dengan reachment 2.263.053 orang, Twitter 253 followers, tiktok 287 followers dan Youtube 338 followers dengan reachment 24.050 orang.

Selain melalui kegiatan festival daring, Tim Rumah Cegah Korupsi juga melakukan pendekatan sosialisasi tatap muka di beberapa kota seperti menemui komunitas mahasiswa anti korupsi di Kupang Nusa Tenggara Timur dan Bali. Kegiatan itu sebagai embrio menjadi duta cegah korupsi di lingkungan kampus serta beberapa kota dengan membentuk duta cegah korupsi di kalangan siswa, guru, perempuan dan pegawai yang secara keseluruhan terlibat sebanyak 4.652 individu.(H-1)

BERITA TERKAIT