08 December 2021, 11:35 WIB

Kebutuhan Anak dan Perempuan Korban Erupsi Semeru akan Diperhatikan Khusus


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MI/ Agus Mulyawan
 MI/ Agus Mulyawan
TINJAU PENGUNGSI: Presiden Jokowi meninjau warga yang mengungsi ditenda tenda darurat dan memberikan bantuan makanan dan lainnya. 

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga ingin memastikan anak dan perempuan korban erupsi Gunung Semeru mendapatkan perlindungan khusus, terutama kebutuhan spesifik dalam masa tanggap darurat.

Pekan ini, Menteri Bintang akan ke Lumajang, Jawa Timur, untuk mengunjungi pengungsi korban bencana erupsi Semeru sekaligus membawa kebutuhan spesifik anak dan perempuan. Bantuan ini bersifat melengkapi program bantuan dari Kementerian Sosial maupun tanggap darurat BNPB, yang menyasar khusus pada perempuan dan anak.

Secara khusus, Menteri Bintang sangat berharap pengungsi anak dan perempuan korban bencana Semeru tetap dapat dipenuhi hak-haknya dan mendapatkan perlindungan khusus dari risiko bencana, mendapatkan pertolongan darurat, mendapatkan kebutuhan dasar dan spesifik. "Kami harapkan juga mereka mendapatkan tempat pengungsian yang layak dan ramah anak, anak-anak dapat dicegah dari keterpisahan dengan orang tua/keluarganya, dan anak-anak dapat dicegah menjadi korban diskriminasi dan perlakuan salah,” katanya, Rabu (8/12).

Sebagai informasi dalam rangka memperkuat kerja BNPB, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah menyusun Pedoman Integrasi Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan Lainnya dalam Sistem Penanggulangan Bencana di Indonesia.

Inilah pedoman penanganan bencana berperspektif gender yang terintegrasi dalam pedoman operasional BNPB. Di sini secara khusus ditetapkan penyaluran kebutuhan spesifik perempuan dan anak dalam aksi tanggap darurat. Bintang mengatakan, saat ini Kemen PPPA sudah dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan juga Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait hal tersebut. “Tim provinsi sudah turun dengan membawa recreational kits dari Kemen PPPA,” ujar Bintang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai dengan Senin (06/12) pukul 20.15 WIB, setidaknya sebanyak 22 orang tewas, sementara 22 orang dinyatakan hilang, dan 56 lainnya mengalami luka-luka. Erupsi Semeru juga berdampak terhadap 5.205 jiwa yang kini harus mengungsi.

Di antara jumlah itu sampai sejauh ini tercatat sebanyak 292 adalah anak-anak, ibu hamil ada 2 orang, dan sekitar 234 perempuan. Dari jumlah itu sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak yang memerlukan hak dan kebutuhan yang spesifik. (H-1)

BERITA TERKAIT