03 December 2021, 16:41 WIB

Dorong Produktivitas Penyandang Disabilitas, Cigna Donasi Tangan Palsu


Widhoroso | Humaniora

MI/Agus M
 MI/Agus M
Rian (tengah) sedang mencoba menggunakan tangan palsu bantuan Cigna Indonesia, Jumat (3/12).

PT Asuransi Jiwa Cigna Indonesia berupaya terus membangkitkan semangat kaum disabilitas untuk kembali produktif pada masa pandemi dengan melanjutkan program pemberian tangan palsu fungsional. Bantuan tangan palsu itu diberikan kaum disabilitas anggota Yayasan Irma Surya Agusti (YISA) yang berasal dari lima kabupaten di Jawa Tengah.

YISA merupakan organisasi yang memiliki mitra lebih dari 3.000 kaum disabilitas dengan fokus kegiatan pemberdayaan melalui UMKM produsen kerajinan tangan. YISA dipimpin Irma Suryati, seorang penyandang disabilitas yang selama bertahun-tahun membantu menyediakan tempat bagi ribuan penyandang disabilitas untuk berkarya dan menyalurkan kreativitas mereka. Irma juga sudah mendapat banyak penghargaan nasional dan internasional atas perannya terhadap kaum disabilitas.

"Kami berharap tangan palsu ini dapat membantu teman-teman penyandang disabilitas untuk lebih percaya diri menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih nyaman, mendukung mereka untuk lebih produktif," ujar Direktur Cigna Indonesia Akhiz Nasution saat menyerahkan bantaun tangan prostetik jenis LN-4 kepada kaum disabilitas pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Benteng Van Der Wijck di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (3/12).

Akhiz menjelaskan, pemberian bantuan tangan palsu itu merupakan bagian dari program Cigna Corporation bersama Ellen Meadows Prosthetic Hand Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang telah mendistribusikan lebih dari 60 ribu tangan palsu jenis LN-4 gratis ke seluruh dunia sejak 2005. Untuk Indonesia, sejak 2018, Cigna bermitra dengan berbagai organisasi untuk mendistribusikan lebih dari 80 tangan palsu. Tahun ini, Cigna bermitra dengan YISA untuk memberikan 13 tangan palsu.

Tangan prostetik LN-4 atau tangan palsu fungsional itu adalah sebuah perangkat tangan bantu yang dipasang di bawah siku tanpa tindakan operasi. Tangan palsu itu bisa digunakan untuk mengangkat beban hingga 10 kilogram.

"Ini buatan karyawan Cigna. Kami ingin terlibat agar orang di sekitar kita lebih maju, lebih percaya diri, dan berkarya lebih banyak. Selain tangan palsu, kami juga memberi donasi kepada yayasan yang berfokus pada kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri,” papar Akhiz.

Ketua YISA, Irma Suryati menyambut baik donasi dari Cigna Indonesia. Menurut dia, bantuan itu akan membangkitkan rasa percaya diri para penyandang disabilitas serta akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

Sebelum pandemi, mitra UMKM Mutiara Handycraft yang beranggotakan lebih dari 3.000 kaum disabilitas bisa memproduksi kerajinan tangan seperti keset  sebanyak 10.000 buah per bulan. Keset yang dijual dengan harga mulai dari Rp 50.000 per buah itu dipasarkan secara daring.

Bahkan, keset itu pernah diekspor ke Australia dan Singapura. Saat pandemi, lanjut Irma, permintaan keset turun, produksi juga turun menjadi hanya sekitar 5.000 buah per bulan.

Saat pandemi, sesuai masukan dari Bertrand Antolin, selebritas yang memiliki kepedulian besar pada kegiatan kaum disabilitas, pihaknya mulai memproduksi masker. Ternyata, pesanan masker melonjak. Bahkan,  2020 lalu, omzet penjualan masker mencapai Rp800 juta.

Bertrand mengaku begitu tersentuh melihat para kaum disabilitas tetap produktif saat masa pandemi. Ia juga menyambut baik langkah Cigna Indonesia yang memberikan tangan palsu. “Tangan palsu ini sangat membantu teman-teman disabilitas untuk bekerja dan semakin produktif," kata dia.

Ekonomi Membaik

Di sisi lain, Akhiz mengatakan mulai bergeraknya aktivitas usaha di semua segmen masyarakat merupakan kabar positif bagi pelaku bisnis. Hal itu menandakan ekonomi sudah mulai bergerak ke arah lebih baik. Pihaknya juga yakin, tahun depan Cigna Indonesia akan bisa lebih berkembang dari 2021 ini.

"Tahun ini pencapaian kami sudah lebih baik dari 2020, walaupun belum bisa kembali ke kondisi 2019 ketika belum ada Covid-19. Tetapi, tahun 2022, kami optimistis lebih baik dari 2021, kesempatan kita semakin besar," tutur Akhiz.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, industri asuransi mencatat angka pertumbuhan positif dengan aset Rp949,44 triliun atau sebesar 8,11 persen (yoy) hingga Juli 2021. Pertumbuhan industri asuransi itu seiring pertumbuhan sektor jasa keuangan yang tetap stabil.

Premi industri asuransi pada Juli juga meningkat Rp9,86 triliun atau tumbuh 6,33% (yoy), terdiri dari jumlah premi asuransi jiwa mencapai Rp107,61 triliun serta premi asuransi umum dan reasuransi Rp58,06 triliun. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT