02 December 2021, 13:15 WIB

Pemerintah bakal Lebih Serius Tangani Difabel Intelektual


Mediaindonesia.com | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Pelajar SLB C-C1 Yakut Purwokerto, Banyumas, Jateng, Kamis (2/12), merayakan hari disabilitas internasional yang jatuh pada 3 Desember.

PEMERINTAH akan mencari upaya agar dapat lebih komprehensif  mengembangkan anak-anak bertalenta khusus, atau difabilitas intelektual. Mereka adalah bagian dari kelompok rentan yang memiliki hak yang sama dengan warga negara lain dalam kehidupan bernegara.

Untuk dapat segera mewujudkannya, dalam waktu dekat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)  segera mengundang instansi-instansi terkait dalam rapat kerja (raker) bersama.

Ketua Umum Special Olympics Indonesia (Soina) Warsito Ellwein mengatakan rencana raker diungkapkan Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Revolusi Mental Didik Suhardi dalam pertemuan dengannya, di Jakarta, Rabu (1/12). 

Di pertemuan itu, Warsito juga memaparkan kondisi anak-anak bertalenta khusus serta rencana penyelenggaraan Pekan Special Olympics National (Pesonas) yang akan berlangsung di Semarang pada Juli 2022 mendatang.
 
Dalam jangka panjang Soina ingin bermitra dengan pemerintah Republik Indonesia dalam mengembangkan program bagi difabel intelektual.  "Ada banyak hal yang harus dilakukan agar anak-anak bertalenta khusus itu bisa berkembang dan menghasilkan karya bagi bangsa ini," ujar Warsito dalam siaran pers, Selasa (2/12).

Difabel intelektual adalah kelompok orang yang lemah dalam tingkat kecerdasan. Mereka mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga selalu membutuhkan pendampingan. 

Berbeda dengan ragam difabel lain, difabel intelektual punya kendala besar dalam berkomunikasi dengan pihak lain.  Mereka cenderung kurang berinteraksi.

“Saya menyaksikan perubahan sikap masyarakat dan keluarga di Jerman yang telah membuat anak difabel intelektual bisa menjadi lebih mandiri. Kita pun bisa berbuat seperti itu, dan dengan perubahan itu, anak difabel bisa berkembang sehingga tidak menjadi beban bagi lingkungannya,” ujar Warsito.

Menurut perkiraan Special Olympics Internasional setiap negara rata-rata memiliki 1,2% penduduk yang tergolong difabel intelektual, sementara pihak Kementerian Kesehatan memperkirakan mereka sekitar 1,04% . Dengan demikian jumlah difabel intelektual setidaknya ada 2,5 juta jiwa. 

Saat ini ada sekitar 100.000 anak aktif  dalam kegiatan-kegiatan Special Olympics Indonesia baik olah raga maupun lainya. Mereka tersebar di seluruh Indonesia. Bulan Juli 2022 mendatang sebuah festival akan berlangsung di Semarang, bertitel Pekan Special Olympics Nasional. Hasilnya akan menentukan pembentukan delegasi Indonesia yang akan berangkat ke World Summer Games di Berlin, Jerman 2023.  (RO/P-2) 
 

BERITA TERKAIT