30 November 2021, 10:30 WIB

Manfaat Krusial Sinyal untuk UMKM di Daerah 3T


mediaindonesia.com | Humaniora

FOTO/Metro TV
 FOTO/Metro TV
Program Prime Time News mengupas BAKTI, Kemenkominfo mendukung pelaku UMKM dari wilayah 3T.

USAHA mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengambil bagian sangat penting dalam perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 61% dengan sumbangan menembus Rp8,5 triliun.

Di sisi lain, untuk perkembangan bisnis para pelaku usaha ini kerap kali terhalang oleh persoalan tidak memadainya akses internet. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini, manfaat jaringan internet benar-benar dirasakan masyarakat khususnya pelaku bisnis berskala UMKM.

Untuk itu, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika hadir menyasar pelaku UMKM dari wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T). Antara lain dengan melaksanakan beragam program peningkatan kompetensi yang berkaitan dengan akses permodalan, literasi digital e-commerce, dan layanan pelanggan (customer service).

Pada 2020 lalu, BAKTI telah mendampingi 1.000 UMKM digital dan pelatihan literasi. Pada 2021 ini, BAKTI Kominfo kian menggencarkan prog­ramnya dalam menjembatani pelaku UMKM kepada akses pembiayaan, baik dari perbankan maupun institusi lain yang menyalurkan kredit dan permodalan bagi UMKM.

Kondisi pandemi saat ini memang menjadi momentum lahirnya transformasi UMKM ke arah digital market atau ­e-commerce. Sebagai informasi, transaksi selama pandemi dilaporkan meningkat sangat signifikan.

Sebagai gambaran, nilai transaksi sebelum dan ketika terjadi pandemi ­covid-19 mengalami peningkatan 29,6%, yakni dari Rp205,5 triliun pada 2019 menjadi Rp266,3 trilun pada 2020.

Melihat potensi digitalisasi UMKM yang sangat penting, BAKTI memandang UMKM di daerah 3T membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam mempersiapkan para pelaku UMKM lewat pelatih­an dan pendampingan.

Pemerintah sendiri menargetkan 30 juta UMKM untuk go digital pada 2023. Untuk mengejar target tersebut, Kementerian Kominfo menyiapkan tiga strategi. Antara lain, meningkatkan infrastruktur jaringan internet, memaksimalkan program literasi digital, dan melalui pelatihan langsung kepada UMKM.

Melalui program literasi digital, Kementerian Kominfo menargetkan sedikitnya 12,5 juta orang melek digital ­tahun ini. Kemudian pada 2040 ditargetkan ada 50 juta orang yang memiliki tingkat literasi digital yang baik.

Daerah non-3T

BAKTI tidak hanya memfokuskan diri pada pengembangan UMKM daerah 3T, tetapi juga pelaku UMKM daerah non-3T untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan BAKTI Kominfo. Mengikuti pelatihan digital BAKTI ini sangatlah mudah. Syaratnya hanya memiliki jaringan internet dan telepon seluler.

Kurikulum dan materi pelatihan BAKTI ini dapat diakses secara gratis oleh siapa saja di Umkmdigital.kelasbakti.id. Terdapat 12 topik pelatihan yang dapat diikuti, mulai dari mengenal e-commerce hingga promosi dan penjualan.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 ter­nyata Indonesia sampai saat ini masih memiliki 62 kabupaten yang merupakan wilayah 3T. Papua memiliki daerah tertinggal terbanyak yaitu 30 kabupaten atau 48% dari total daerah 3T di Indonesia.

Kemudian disusul Nusa Tenggara dengan 14 kabupaten, Maluku 8 kabupaten, Sumatra 7 kabupaten, dan Sulawesi 3 Kabupaten.

Dalam rencana strategis Kominfo 2020-2024 terkait Ekonomi Digital, BUM-Des dan UMKM menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah perdesaan.

Oleh karenanya, percepat­an penyediaan jaringan harus lekas dilakukan. Dengan itu, perdagangan elektronik atau e-commerce yang menjadi platform digital economy diharapkan dapat dimanfaatkan oleh BUM-Des ataupun UMKM. (Ifa/S3-25)

BERITA TERKAIT