27 November 2021, 17:45 WIB

Public Speaking, Skill Pemimpin Masa Depan yang Wajib Dimiliki Milenial


Faustinus Nua | Humaniora

Dok. Media Academy
 Dok. Media Academy
Webinar Public Speaking as Professional Qualification for Future Leaders yang diselnggarakan SGU bersama Media Academy, Sabtu (27/11/2021).

PERSAINGAN di era tekonologi digital saat ini sangat menantang. Untuk bisa menjadi generasi yang unggul, kaum muda Indonesia tidak bisa hanya menguasai kemampuannya secara teori tetapi perlu mengasah soft skill.

Salah satu skill yang sangat penting adalah public speaking. Generasi milenial perlu dibekali kemampuan berbicara di depan umum, karena skill tersebut sangat dibutuhkan dan menjadi nilai tambah untuk setiap profesi pekerjaan di era modern.

Vice Rector For Academic Affairs Swiss German University (SGU) Irvan S. Kartawiria mengatakan bahwa public speaking merupakan skill of the leaders. Skill ini penting bagi pemimpin masa depan menurut penelitian OECD.

Baca jugaKemendikbudristek Apresiasi Guru Dan Siswa Pegiat Pembelajaran Berbasis TIK

"Salah satu report dari OECD menyampaikan bahwa di tahun 2030 scara spesifik salah satu skill yang disebut sebagai skill of the leaders adalah skill of communications. Ini sebetulnya bukan hal baru tapi ditekankan lagi dan lagi sebagai sebuah skill yang penting untuk dikuasai," ujarnya dalam webinar Public Speaking as Professional Qualification for Future Leaders yang diselnggarakan SGU bersama Media Academy, Sabtu (27/11).

Kemampuan public speaking yang mumpuni sangat dibutuhkan siapapun dengan profesi apapun. Hal itu memberi nilai lebih untuk tampil prima dan meyakinkan termasuk menjadi generasi unggul di tengah pasar yang sangat kompetitif saat ini.

Irvan mengatakan bahwa masih banyak mahasiswa atau siswa SMA yang memikirkan bahwa karier masa depannya tidak membutuhkan terlalu banyak komunikasi. Lantas, mereka tidak terlalu tertarik untuk belajar atau mempraktikannya sebagai skill tambahan.

Dia mengisahkan bahwa dirinya sebagai peneliti bioteknologi sempat berpikir bahwa public speaking tidak terlalu perting baginya. Lantaran, sebagai peneliti dia lebih banyak menghabisi waktu di lab dan jarang untuk berkomunikasi terkait profesinya kepada banyak orang.

"Saya menyadari bahwa hasil penelitian saya tetap harus disampaikan ke masyarakat karena tidak berguna apabila hasil peneltian berhenti di depan pintu lab saja. Jadi harus disampaikan ke masyarakat untuk memberikan manfaat yang besar untuk umat manusia," tuturnya.

Sejumlah profesi juga masih dengan pemikiran klasik bahwa komunikasi bukan skill yang benar-benar dibutuhkan. Untuk itu banyak yang mengabaikannya dan tidak mau belajar.

Irvan mengingatkan bahwa untuk menjadi pemimpin masa depan, skill publik speaking adalah wajib. Bagaiamana pun hal itu menjadi poin penting untuk bisa menyampaikan gagasan-gagasan besar dan bisa diterima efektif oleh pendengar.(H-3)

BERITA TERKAIT