27 November 2021, 15:20 WIB

Kemendikbudristek Apresiasi Guru Dan Siswa Pegiat Pembelajaran Berbasis TIK


Widhoroso | Humaniora

DOK Kemendikbudristek
 DOK Kemendikbudristek
Para peraih penghargaan Kihajar 2021 

PUSAT Data dan Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Malam Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2021, secara hibrida, Kamis (25/11) di Jakarta. Anugerah ini diberikan sebagai apresiasi kegiatan dan kompetensi pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Muhamad Hasan Chabibie, mengakui program Kihajar terbuka bagi seluruh peserta didik, guru, mahasiswa, dan umum di seluruh Indonesia yang peduli pendidikan. "Semoga ikhtiar ini mampu menjadi penjaga nyala api belajar dan menumbuhkan inovasi dan kreativitas pendidikan," ucap Hasan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (27/11).

Dijelaskan Hasan, tantangan pembelajaran ke depan akan semakin besar. "Pendayagunaan teknologi informasi di dunia pendidikan diharapkan bisa makin optimal, seiring pembelajaran hibrida antara tatap muka terbatas dan jarak jauh akan berjalan,” ujar Hasan.

"Kihajar adalah wadah eksplorasi digital bagi siswa seluruh jenjang lewat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, pendayagunaan TIK, dan pendidikan karakter. Kihajar hadir untuk memberi ruang kemerdekaan bagi siswa dan guru dalam proses belajar agar lebih menyenangkan dan maksimal,” imbuhnya Hasan.

Ditambahkan, aktivitas ini senafas dengan semangat Mendikbudristek yang menginginkan guru belajar hal baru tentang teknologi dan dapat memperoleh akses dan pelatihan yang praktis dan relevan menjawab kebutuhan pembelajaran abad 21. "Ini bagian ikhtiar kita menjaga nyala api pembelajaran dengan menghadirkan konten digital yang bisa diakses guru-guru kita,” tutur Hasan.

Sekjen Kemendibudristek, Suharti mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberikan apresiasi kepada Duta Rumah Belajar 2021 serta jawara Belajar.ID yang telah memanfaatkan akun pembelajaran. "Saya harap, upaya terbaik yang diberikan para pemenang bisa berdampak besar pada pendidikan Indonesia dan masa depan bangsa,” ucap Suharti.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Jumeri mengaku bangga kepada para guru karena keberhasilan pendidikan di Indonesia bisa dicapai jika guru terus berdedikasi menyalakan semangat belajar siswa. “Agar dapat menjawab tantangan di masa depan, guru diharapkan bisa mengedepankan karakter pelajar Pancasila. Saya mengapresiasi antusiasme semua pihak dalam mengimplementasikan TIK dalam pembelajaran, ini mencerminkan semangat merdeka belajar yang sejati,” tutur Jumeri.

Kihajar STEM (Science, Technology, Engineering, Math) 2021 merupakan wadah eksplorasi peserta didik di satuan pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK/sederajat dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, penyelesaian masalah atau proyek berbasis STEM dengan memanfaatkan TIK. Kihajar STEM 2021 mengangkat tema 'Serentak Bergerak Mewujudkan Merdeka Belajar'.

Kihajar STEM 2021 diikuti 10.038 tim. Sebanyak 7.530 tim lolos pada tahap dasar, dan kemudian 1.889 lolos pada tahap menengah. Akhirnya, sebanyak 388 tim lolos mengikuti tahap final. Terdapat 20 pemenang KIHAJAR STEM dengan masing-masing lima pemenang per jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

Juara Umum SD diraih SD Unggulan Al-Ya`Lu Jawa Timur, Juara Umum SMP diraih SMP Labschool Kebayoran DKI Jakarta, Juara Umum SMA diraih SMAN 2 Bandar Lampung, dan Juara Umum SMK diraih SMKN 26 Jakarta.

Selain itu, Pusdatin juga menggelar Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK), yaitu program peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja yang ditetapkan UNESCO. PembaTIK 2021 diikuti 80 ribu guru hingga terseleksi 1.020 guru per provinsi yang mengikuti tahap menengah. Setelahnya, berhasil ditetapkan 34 guru terbaik dari 34 provinsi sebagai Duta Rumah Belajar 2021.

Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) merupakan ajang membuat media pembelajaran berbasis TIK bagi guru, siswa, mahasiswa, dan khalayak umum. Kategori media MembaTIK 2021 meliputi Gim Edukasi, Motion Graphics, Augmented Reality dan Laboratorium Maya. Terdapat 341 konten yang diunggah peserta yang telah diseleksi menjadi 40 karya finalis oleh Pusdatin.

Selain itu juga digelar Festival Video Edukasi (FVE) yaitu sebuah festival video yang berkonsentrasi pada tema-tema pendidikan. Festival ini diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan (BPMTP), salah satu unit pelaksana teknis di lingkungan Pusat Data dan Informasi, Kemendikbudristek.  

Dalam malam anugerah Kihajar ini juga diumumkan pemenang
Lomba Membuat Aplikasi Mobile Edukasi (MAME), yang diselenggarakan Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Semarang. MAME bertujuan untuk memotivasi pelajar, guru dan masyarakat untuk mengembangkan bahan belajar interaktif melalui perangkat mobile.

Sementara Program Daerah Jawara belajar.id, adalah program penghargaan yang diberikan kepada provinsi dan kabupaten/kota dengan tingkat persentase aktivasi akun pembelajaran belajar.id tertinggi. Jumlah peserta Daerah Jawara belajar.id adalah 34 provinsi dan 374 kota/kabupaten yang berpartisipasi, dengan terpilih sebanyak 23 Daerah Jawara belajar.id berdasarkan presentase aktivasi akun pembelajaran tertinggi yang dibagi menjadi tiga kategori. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT