19 November 2021, 11:15 WIB

Yuk Cari Tahu Soal Asimilias


Febby Saraswati | Humaniora

MI/PANCA SYURKANI
 MI/PANCA SYURKANI
Baju koko yang dulunya identik dengan baju pria warga Tionghoa kini digunakan sebagai baju Muslim untuk pria. 

MENURUT Raymond HC Teske, Jr dan Bardin H Nelson, asimilasi adalah suatu proses penggabungan dua kebudayaan berbeda menjadi suatu kebudayaan baru. 

Proses ini juga dapat diartikan sebagai suatu peleburan budaya dengan menghilangkan budaya asli menjadi suatu budaya baru yang lebih dominan. 

Asimilasi itu sendiri memerlukan penerimaan karena merupakan suatu budaya baru atas peleburan dari dua kebudayaan lama. Kemudian, asimilasi juga membutuhkan orientasi positif terhadap luar kelompok. Secara lebih lanjut, juga membutuhkan adanya identifikasi dengan kelompok luar.

Baca juga: Lestarikan Budaya, Sumsel Gelar Pekan Adat Budaya

Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut:

Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda

Terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama

Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri

Proses asimilasi mempunyai faktor pendukung dan penghalang sebagai berikut 

Factor pendukung 

  • Faktor toleransi
  • Kesamaan kepentingan ekonomi
  • Simpati terhadap budaya lain dan amalgamasi.

Toleransi yang menjadikan asimilasi dapat terjadi jika kelompok minoritas mampu menghilangkan identitasnya, sedangkan kelompok mayoritas mampu menerima kelompok minoritas sebagai bagian baru dari kelompoknya.

Faktor penghalang 

  • Kelompok yang terisolasi atau terasing (biasanya kelompok minoritas)
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi
  • Prasangka negatif terhadap pengaruh kebudayaan baru. Kekhawatiran ini dapat diatasi dengan meningkatkan fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan
  • Perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan kelompok lain. Kebanggaan berlebihan ini mengakibatkan kelompok yang satu tidak mau mengakui keberadaan kebudayaan kelompok lainnya
  • Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan

Contoh terjadinya asimilasi:

1. Perubahan gaya berpakaian. 

Contoh adanya perubahan gaya berpakaian mengikuti tren k-pop atau negara Barat.

2. Adanya musik dangdut. 

Musik dangdut dihasilkan dari pengaruh musik Melayu dengan musik India. 

3. Penggunaan baju koko di Indonesia. 

Awalnya, baju koko identik dengan baju pria warga Tionghoa namun kini digunakan sebagai baju Muslim untuk pria. 

4. Perayaan Halloween dan Valentine. 

Dua perayaan ini bukanlah kebudayaan asli Indonesia, tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang ikut merayakannya. 

5. Penggunaan Bahasa Inggris dalam bahasa gaul. 

Anak muda Indonesia tidak sedikit yang menggunakan Bahasa Inggris dalam menjalin komunikasi. Padahal Bahasa Inggris bukanlah bahasa resmi Indonesia.

Contohnya adalah OTW (On The Way), sorry, please, OMG (Oh My God) (OL-1)

BERITA TERKAIT