13 November 2021, 15:04 WIB

Cegah Penyakit Degeneratif, Kurangi Asupan Garam dengan Cara Ini


Eni Kartinah | Humaniora

Ist
 Ist
Guru Besar Keamanan & Gizi Pangan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, Prof Ahmad Sulaeman.

HARI Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 diperingati jatuh tepat pada Jumat (12/11). Sejak pertama kali ditetapkan pada 12 November 1964, peringatan tahunan ini terus diselenggarakan dengan berbagai tema yang relevan dengan kondisi kesehatan Tanah Air.

Bertepatan dengan momen HKN ke-57, PT Ajinomoto Indonesia mengajak rekan-rekan media untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai pentingnya wujudkan gaya hidup sehat dalam acara “Virtual Media Gathering” yang dikemas dalam format tur virtual pabrik di Ajinomoto Visitor Center.

Dalam acara ini, dihadirkan narasumber ahli di bidang pangan & gizi yaitu Prof Ahmad Sulaeman, Guru Besar Keamanan & Gizi Pangan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB.

Dalam sharing session-nya, Prof Ahmad menjelaskan salah satu strategi dalam mewujudkan hidup sehat, yaitu dengan pengendalian asupan garam.

 “untuk mencegah penyakit degeneratif, seperti diabetes, jantung, dan hipertensi, guna mewujudkan hidup sehat, penting untuk diperhatikan anjuran dari Kementerian Kesehatan RI tentang pembatasan asupan gula, garam, lemak (GGL),” ungkap Prof Ahmad dalam keterangan pers, Sabtu (13/11).

“Sebenarnya jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan bumbu umami seperti MSG bisa dijadikan solusi," kata Prof.Ahmad.

"Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” lanjutnya.

Selain sebagai strategi diet rendah garam, Prof Ahmad mengungkapkan bahwa penggunaan bumbu umami seperti MSG pada masakan juga memiliki berbagai manfaat lain seperti meningkatkan selera makan sekaligus meningkatkan performa harian,.

Menurut Prof.Ahmad, rendah garam juga meningkatkan pencernaan makanan berprotein, serta mampu meningkatkan produksi saliva (air liur) yang berperan membantu proses pencernaan senyawa kompleks di mulut, sehingga pada saat sudah di lambung pun kemudian mudah diserap tubuh.

Menurut Grant Senjaya selaku Public Relations Dept Manager PT Ajinomoto Indonesia, Hari Kesehatan Nasional menjadi momentum yang penting bagi semua untuk saling mengingatkan tentang pentingnya menerapkan gaya hidup sehat terutama di masa pandemi Covid-19.

“Harapannya, melalui sharing session ini teman-teman media bisa menyebarluaskan pentingnya penerapan gaya hidup sehat dan juga fakta informatif dan ilmiah tentang bumbu umami seperti MSG," kata Grant 

"Kemudian, kegiatan tur virtual pabrik di Ajinomoto Visitor Center kami ini juga bisa menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat terkait produk-produk bumbu Ajinomoto yang terbuat dari bahan-bahan pilihan dan alami,” jelasnya.

“Sebenarnya kami ingin sekali mengundang teman-teman media secara langsung berkunjung ke Ajinomoto Visitor Center kami yang berlokasi di Pabrik Karawang. Harapannya semoga di kesempatan media gathering berikutnya kami bisa mengundang teman-teman semua secara langsung,” lanjutnya.

PT Ajinomoto tidak hanya akan terus menghadirkan kelezatan melalui produknya, tetapi juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia sebagai perusahaan penyedia solusi untuk permasalahan makanan dan kesehatan. (Nik/OL-09)

BERITA TERKAIT