10 November 2021, 07:36 WIB

Giliran Yogyakarta Pamerkan Budaya dan Potensi di Expo 2020 Dubai


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA/Hafidz Mubarak A
 ANTARA/Hafidz Mubarak A
 Pengunjung melihat instalasi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai, Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (5/11/2021).

EXPO 2020 Dubai sudah memasuki pekan ke-6 sejak dimulai pada awal Oktober 2021. Di Paviliun Indonesia pun sejauh ini tercatat kehadiran 201.286 pengunjung. Jika pada pekan sebelumnya Paviliun Indonesia lebih banyak menyajikan potensi Provinsi Aceh untuk peluang investasi yang menjanjikan, kini waktunya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menampilkan aneka potensi yang dimiliki termasuk pengalaman budaya khasnya.

The Great Heritage for Great Opportunity menjadi tema besar yang diusung oleh DI Yogyakarta dalam mengikuti perhelatan Expo 2020 Dubai. Tema itu diangkat dengan tujuan untuk menggambarkan bahwa titik fokus Yogyakarta dalam mengembangkan sektor ekonomi dan budayanya adalah melalui nilai dan potensi lokal, serta industri 4.0. Ketiga poin ini mencerminkan keunikan Yogyakarta, terutama keagungan keraton dan berbagai peninggalan kejayaan dari masa lalu disandingkan dengan kemajuan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DI Yogyakarta, Agus Priono mengungkapkan bahwa pemprov akan lebih banyak menyelenggarakan forum bisnis. Dimulai dari Forum Bisnis Perdagangan, Forum Bisnis Pariwisata hingga Forum Bisnis Investasi. Forum Bisnis Perdagangan ini diharapkan dapat menjadi pintu perluasan peluang kegiatan perdagangan internasional.

Baca juga: Rayakan Hari Pahlawan, Google Doodle Tampilkan Ismail Marzuki

"Sejumlah produk berkualitas siap ekspor yang diproduksi oleh UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai dari furnitur, kerajinan tangan, home decor, batik kontemporer, perak dan batu alam, hingga produk susu dan herbal juga turut dipamerkan dalam Rolling Exhibition Paviliun Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari MLO Paviliun Indonesia, Selasa (9/11).

Untuk Forum Bisnis Pariwisata akan menyajikan pengalaman budaya (cultural experience) khas Yogyakarta dengan cerita-cerita mengenai warisan yang dibangun oleh sejarah besar Keraton Yogyakarta sebagai pusat pengaruh budaya, pariwisata eksklusif, dan konsep wellness tourism yang mengutamakan kesehatan dan kebugaran tubuh. Sedangkan pada forum Bisnis Investasi, akan ada tampilan mengenai Proyek Terpadu kawasan Prambanan, Jogja Agriculture Hub, Pengembangan Kawasan Hargobinangun (Proyek Peternakan Sapi Perah), industri Startup dan Youthpreneurship di Yogyakarta.

"Melalui Expo 2020 Dubai, kami melihat bahwa perhelatan ini menjadi kesempatan bagi Yogyakarta untuk mengembangkan berbagai potensi daerah. Terutama mengenai peluang investasi Proyek Terpadu Kawasan Prambanan, kawasan agriculture, perternakan sapi perah, hingga industri startup untuk pengusaha muda Yogyakarta," kata Agus.

"Selain menghadirkan potensi investasi daerah, kami juga turut menyajikan nilai-nilai lokal dengan konsep pariwisata yang eksklusif, terutama mengenai wellness tourism yang saat ini sedang banyak diminati oleh orang-orang dari seluruh penjuru dunia. Sedangkan Forum Bisnis Perdagangan akan lebih banyak menyajikan produk lokal dari UMKM Yogyakarta," tambahnya

Selain forum bisnis, Yogyakarta juga turut menampilkan pagelaran budaya untuk para pengunjung Expo 2020 Dubai. Tarian yang ditampilkan merupakan warisan budaya turun temurun, dimana keotentikannya tetap terjaga dan diiringi dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kelompok tari Keraton Ngajogjakarta Hadiningrat dihadirkan langsung sebagai salah satu pertunjukkan yang akan tampil setiap hari di Paviliun Indonesia mulai dari 6-11 November 2021. Terdapat 10 yang akan ditampilkan mulai dari Srimpi Muncar, Golek Ayun-Ayun Jugag, Klana Topeng, Pudyastuti Jugag, Menak Kakung, Regol Gunungsari, Bambangan Cakil, Beksan Gagah (Klana Topeng), Golek Bawaraga, dan Menak Putri. (H-3)

BERITA TERKAIT