05 November 2021, 12:51 WIB

TP PKK Pusat Gelar Pelatihan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok Kemendagri
 Dok Kemendagri
Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian dan Ketua IV TP-PKK Pusat Safriati Safrizal

KETUA Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Tri Tito Karnavian, meresmikan 'Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Pokja IV TP PKK, Kelompok PKK dan Kader PKK Dalam Rangka Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah'.

Hadir juga dalam acara Ketua IV TP-PKK Pusat, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, Safriati Safrizal, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Vera Rompas Mastura, beserta jajarannya, Ketua TP PKK seluruh Kab/Kota. Termasuk Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Ma’mun Amir dan para jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Tri mengatakan pelatihan dan peningkatan kapasitas kader PKK ini bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi keluarga Indonesia. Misalnya, upaya penanggulangan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk pencegahan dan penanganan Covid 19, serta siaga kebakaran dan kecelakaan dalam rumah tangga.

"Ada sembilan kriteria pilot project yang dapat disesuaikan dengan situasi, kondisi, serta permasalahan yang dihadapi, sehingga setiap daerah memiliki peluang dan potensi yang besar untuk dapat menyelesaikan permasalahan di wilayahnya masing masing," kata Tri.

Guna mendukung dan menyukseskan progam tersebut, Tri membagikan sejumlah bantuan kepada masyarakat di Sulawesi Tengah berupa 1.000 paket makanan sehat bergizi kepada masyarakat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan bantuan alat pendukung pelatihan. Alat pelatihan berupa bed obgyn, partus instrument (alat persalinan) timbangan digital bayi dll. Termasuk juga pemberian ratusan bibit mangrove beserta alat pengaman penanaman dan tas siaga bencana dalam mendukung gerakan mitigasi bencana alam di Desa Kabongga, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah.

Tri berharap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat para kader untuk menyukseskan Gerakan Keluarga Sehat dan Tangguh Bencana sesuai dengan prioritas isu strategis nasional. 

"Saya mengimbau kepada Ketua TP-PKK Provinsi, Ketua TP-PKK Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah, serta Stakeholder terkait, agar dapat berkoordinasi dan konsolidasi dalam mendukung Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di wilayahnya. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh keluarga di Provinsi Sulawesi Tengah," harapnya.

Sementara itu, Ketua IV TP-PKK Pusat, Safriati Safrizal berharap kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut dapat mengoptimalisasi peran kader, individu, swasta dan masyarakat untuk bergerak bersama mewujudkan keluarga sehat yang tanggap dan tangguh dari berbagai macam bencana.

"Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dimaksud sebagai upaya memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuannya pengurus Pokja IV TP-PKK dan Kader PKK untuk mewujudkan kesehatan keluarga dan lingkungan dalam masyarakat yang disebabkan oleh permasalahan kesehatan yang buruk, lingkungan hidup yang rusak dan perencanaan sehat yang salah dalam masyarakat," ucap dia.

Safriati menegaskan, PKK Sulsel memiliki peran strategis bersama pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Khususnya yang menjadi fokus  adalah prevalensi angka stunting yang masih tinggi. Selain berbagai permasalahan kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan hidup.

"Kegiatan ini sebagai upaya memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuannya pengurus Pokja IV TP-PKK,  Kelompok PKK dan Kader PKK untuk mewujudkan kesehatan keluarga dan lingkungan dalam masyarakat yang disebabkan oleh permasalahan kesehatan yang buruk, lingkungan hidup yang rusak dan perencanaan sehat yang salah dalam masyarakat," ucap Safriati.

Karena itu, Safriati berharap adanya sinergitas dan kerjas sma yang baik antara TP PKK pusat dan provinsi serta kabupaten/kota dalam pencegahan kasus stunting tersebut dengan membangun kesadaran pentingnya kesehatan keluarga. (OL-8)

BERITA TERKAIT