02 November 2021, 10:00 WIB

Antisipasi Mobilitas Masyarakat Jelang Libur Natal dan Tahun Baru untuk Cegah Ledakan Kasus


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MI/ Ramdani
 MI/ Ramdani
WISATA BALI MENGGELIA: Wisatawan menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan hendak menaiki kapal penyeberangan di Sanur, Bali.

BELAJAR dari tahun 2020, libur Natal dan Tahun Baru kerap meningkatkan mobilitas masyarakat. Oleh karenanya, sejak dini pemerintah mulai mengantisipasi mobilitas masyarakat agar tidak terjadi lonjakan kasus di tahun ini dengan membuat aturan baru menyangkut perjalanan dan kunjungan di tempat publik.

Bahkan saat ini, tren mobilitas di Indonesia sudah mulai mengalami kenaikan, seperti di pusat perbelanjaan, taman, dan tempat retail dan rekreasi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa periode Nataru akan diantisipasi oleh seluruh kementerian/lembaga. Hal-hal terutama menyangkut pembaruan aturan-aturan sangat diperlukan untuk mencegah penularan covid-19.

“Beberapa aturan tersebut di antaranya mengenai pergerakan orang, lokasi wisata, pertokoan, dan lainnya. Langkah itu tetap diperkuat dengan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan 3T (tracing, tracking, treatment),” kata Menko PMK Muhadjir dalam keterangannya Selasa (2/11).

Menurut Muhadjir, kondisi saat ini secara agregat nasional memang mengalami penurunan angka penularan covid-19. Namun demikian, meski ada penurunan kasus, baik pemerintah maupun masyarakat harus tetap waspada apalagi ada sekitar 131 kabupaten/kota yang tren kasusnya masih naik.

“Prokes tetap dijaga untuk mencegah penularan. Deteksi perjalanan luar negeri dan dalam negeri, kemudian PPKM juga harus deteksi lengkap dan sebisa mungkin dihindari penyekatan,” paparnya.

Dia menekankan Bali agar dapat menjadi perhatian khusus. Selain kerap menjadi salah satu lokasi tujuan wisata saat libur Nataru, pada  Maret, Mei, dan sepanjang tahun 2022 mendatang juga akan ada acara-acara besar berskala internasional di Bali yang mengundang banyak pimpinan negara sahabat.

“Untuk itu akan ada uji coba untuk acara internasional di Bali oleh Kemenkes. Supaya pimpinan daerah agar mengantisipasi langkah-langkah yang diperlukan jika di daerahnya akan dilaksanakan acara-acara internasional,” tuturnya.

Selain mengantisipasi jelang Nataru, ungkap Menko PMK, pemerintah juga mengantisipasi dampak dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kemenkes bekerja sama dengan Kemendikbudristek membuat aplikasi dan SOP (pro-active tracing) yang akan diterapkan di Indonesia dan terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Di samping itu, pelaksanaan vaksinasi untuk lansia juga tetap difokuskan. Sedangkan untuk vaksinasi anak-anak akan dilaksanakan setelah ada izin dan diterapkan pada tahap awal di daerah yang sudah tinggi vaksinasi terhadap lansia.

“Vaksinasi akan dipercepat dengan target Desember 2021 untuk dosis 2 di atas 60%,” tandasnya. Hal lain, terkait syarat perubahan perjalanan Jawa-Bali hanya akan menggunakan tes antigen atau sama dengan syarat perjalanan di luar Jawa-Bali. (H-1)

BERITA TERKAIT