29 October 2021, 20:24 WIB

Membangun Karakter Bangsa Melalui Program 'Ibu Pertiwi'


Widhoroso | Humaniora

DOK Mentari Group
 DOK Mentari Group
Kpers peluncurkan buku 'Ibu Pertiwi'.

PENGEMBANGAN karakter siswa menjadi salah satu prioritas Kemendikbudristek. Pengembangan karakter itu sendiri seharusnya bukan hanya dilakukan di sekolah oleh guru ataupun pemerintah melalui Pusat Penguatan Karakter, tetapi juga perlu peran orang tua di rumah.

"Bagaimanapun, orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak. Terlebih di masa Pembelajaran Jarak Jauh yang membuat anak-anak selalu di rumah. Dengan kata lain, perlu ada sinergitas antara sekolah, orang tua, dan anak, termasuk dengan masyarakat," tegas Ir. Hendarman M.Sc., Ph.D, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek RI dalam konfrensi pers peluncurkan buku 'Ibu Pertiwi' yang berlangsung secara daring, Sabtu (29/10).

Buku 'Ibu Pertiwi' merupakan karya Mentari Group melalui salah satu unit layanannya, ASTA Ilmu Publishing dan dibuat untuk mendukung program pembangunan karakter bangsa. Hendarman mengatakan buku ini merupakan bukti adanya dukungan dan kerja sama dari lembaga sehingga ekosistem pendidikan dapat terwujud.

"Apa yang dilakukan Mentari Group melalui Ibu Pertiwi ini sangat luar biasa. Saya atas nama Kemendikbudristek sangat mengapresiasi dan menghargai Mentari Group karena telah peduli dan mendukung pemerintah dalam mengembangkan karakter anak. Bagi kami, hal ini juga selaras dengan semangat Merdeka Belajar Menteri Nadiem Makarim yaitu sinergitas yang akan mewujudkan pendidikan lebih baik,” kata Hendarman.

Pimpinan program 'Ibu Pertiwi', Anna Rimba Phoa mengatakan buku ini merupakan bentuk kosistensi Mentari Group sebagai kontributor aktif dalam membangun SDM Indonesia unggul yang memiliki karakter baik dan kompetensi tinggi. "Karakter baik yang akan dibangun melalui 'Ibu Pertiwi' adalah karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Buku ini dirancang berdasarkan 6 Profil Pelajar Pancasila yang tengah digalakkan pemerintah," tegas Anna.

Natalina Rimba, Chief Marketing Officer Mentari Group, menjelaskan terdapat dua pendekatan pembelajaran dalam 'Ibu Pertiwi' yang terdiri dari 6 level dan ditujukan untuk pelajar SD, yaitu pendekatan cerita dan saintifik. Melalui cerita, para siswa akan lebih cepat memahami dan mengingat nilai karakter yang digambarkan pada cerita. Pendekatan saintifik dilakukan dengan beragam aktivitas pembelajaran yang berfungsi untuk mengembangkan kompetensi pelajar.

"Dengan demikian, pelajar bukan semata-mata menghafal butir Pancasila, melainkan benar-benar  memahami dan mengaplikasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya Natalina. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT