28 October 2021, 00:19 WIB

Pembukaan Ibadah Umrah Tunggu Hasil Diskusi Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia


Widhoroso | Humaniora

AFP
 AFP
Ilustrasi 

PEMERINTAH Arab Saudi dan Indonesia masih melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut membuat hingga kini ibadah umrah bagi Indonesia masih belum dibuka.

Demikian diungkapkan Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah & Haji Indonesia (Ampuh) Wawan Suhada. Hal itu, jelas Wawan, terungkap dalam pertemuan antara Koalasi Haji Umrah Indonesia dengan Konjen Arab Saudi, Abdullah Muqed Al Mutiry di Kedubess Arab Saudi, Rabu (27/10). Selain Ampuh, pertemuan itu juga dihadiri perwakilann Himpuh, Sapuhi, serta Asphuri.

"Konjen menjelaskan bahwa sampai saat ini umrah untuk Indonesia masih belum dibuka, menunggu hasil diskusi intensif antara Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama masing-masing," jelasnya.

Namun, dalam pertemuan tersebut, jelas Wawan, Kedubes Arab Saudi sangat berharap bahwa umrah untuk jemaah Indonesia bisa segera dibuka "Untuk itulah Kedubes Arab Saudi menunggu pengajuan SOP pemberangkatan jemaah umrah melalui asosiasi agar dapat ditelaah dan dievaluasi kemungkinan pelaksanaan di lapangan. Tentunya ini melibatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sebagai regulator," jelasnya.

Permasalahan sinkronisasi data melalui aplikasi Tawakalna yang digunakan Arab Saudi dan PeduliLindungi, jelas Wawan, masih dalam tahap finalisasi melalui berbagai workshop yang dilakukan kedua belah pihak. Selain itu, persoalan jenis vaksin Covid-19 juga dibahas dalam pertemuan ini.

"Pihak Kedubes memastikan sampai saat ini Arab Saudi hanya menerima empat jenis vaksin yaitu Pfizer, Moderna, Astra Zenecca, Jhonson & Jhonson, tanpa booster. Sedangkan untuk Sinovac dan Sinopharm, wajib booster 1 kali menggunakan empat vaksin yang diakui pemerintah Arab Saudi tersebut," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, jelas Wawan, pihak Koalisi Haji Umrah mengharapkan Kedubes Arab Saudi dapat memfasilitasi keberangkatan perwakilan asosiasi ke Arab Saudi menggunakan visa yang memungkinkan untuk saat ini,. Atas permintaan tersebut, pihak Kedutaan Arab Saudi mempersilakan mendaftarkan permintaan tersebut selama mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku di Arab Saudi. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT