24 October 2021, 09:50 WIB

Kemendikbud-Ristek Gelar Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2021


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA/ ARI BOWO SUCIPTO
 ANTARA/ ARI BOWO SUCIPTO
 PERSIAPAN: Peserta menyiapkan kapal cepat tak berawak rakitannya sebelum dinilai dalam KKCTBN DI Unmuh Malang, Jawa Timur. 


KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyelenggarakan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) tahun 2021. Terdapat 19 Perguruan Tinggi (PT) yang berpartisipasi dalam 3 kategori kontes yang diselenggarakan secara hibrida dengan protokol kesehatan ketat.

KKCTBN merupakan wadah pengembangan talenta bidang perkapalan khususnya desain dan performa kapal cepat tak berawak. Selain itu kegiatan KKCTBN juga mendorong generasi muda bangsa dalam hal ini mahasiswa untuk dapat ikut berperan dalam pemikiran mengenai kemandirian pertahan dan keamanan laut Indonesia.

“Kita sebagai bangsa maritim negara dengan ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke itu tentu sangat penting bagi kita untuk menguasai teknologi kemaritiman salah satunya tentu di dalam perkapalan. Pesta KKCTBN tahun ini dengan tema inovasi kemaritiman teknologi digital untuk mendukung kemandirian pertahanan dan keamanan nasional,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti-Ristek) Nizam dalam keterangannya, Minggu (24/10).

Pada tahun ini KKCTBN mengangkat tema Inovasi Kemaritiman Melalui Teknologi Digital Untuk Mendukung Kemandirian Pertahanan dan Keamanan Nasional. Adapun kategori kontes desain terdiri atas desain kapal selam autonomous, desain kapal patroli lepas pantai, dan desain kapal patroli pantai.

Selanjutnya, kategori kontes pembuatan dan performa terdiri atas divisi kapal selam (autonomous semi submarine surface vehicle/ ASSV), divisi kapal patroli laut lepas (Electric Remote Control/ ERC), dan divisi kapal patroli (Fuel Engine Remote Control /FERC). Adapun kategori kontes yang ketiga yaitu kategori poster untuk menyampaikan inovasi yang dibuat. Inovasi yang ingin dihadirkan dalam kontes ini antara lain pembuatan desain kapal surface submarine, surface vehicle, persenjataan torpedo, misil dan teknologi kontrol autonom.

Nizam berpesan bahwa siapa yang jadi pemenang bukan tujuan utama. semua yang menjadi finalis ini adalah juara yang telah berjuang keras untuk menghasilkan karya cipta yang luar biasa. Lantaran kontes itu merupakan kesempatan untuk mengaktualisasikan diri, memperkuat kapasitas bangsa untuk mewujudkan kemandirian dalam teknologi.

Koordinator Pengembangan Prestasi Pendidikan Tinggi, Rizal Alfian menyampaikan bahwa KKCTBN bisa menjadi solusi dan upaya menjaga kedaulatan NKRI. Begitu pula dapat mengembangkan inovasi-inovasi teknologi digital untuk menjangkau dan bersaing dengan teknologi militer negara-negara maju.

“Kita bangga karena para finalis memiliki semangat yang tinggi untuk berjuang dan berkarya. Kami yakin adik-adik mahasiswa akan menjadi sosok-sosok yang mengisi pembangunan Indonesia terutama dalam bidang teknik ilmu perkapalan,” ucapnya.

Ketua panitia KKCTBN, Zamzami Septiropa berharap dukungan dan doa dari semua pihak agar KKCTBN 2021 bisa berjalan dengan lancar aman dan mewujudkan inovator-inovator baru di masa depan pertahanan nasional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Fauzan mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud-Ristek atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Malang. Dia berharap lomba itu dapat menambah instrumentasi di kehidupan para peserta dan para peserta akan menjadi orang-orang hebat di dunia perkapalan.(H-1)

 

BERITA TERKAIT